Sebentar Lagi, Iran Miliki Satelit Canggih, Mampu Awasi Pangkalan Militer Israel

Sebentar Lagi, Iran Miliki Satelit Canggih, Mampu Awasi Pangkalan Militer Israel

Editor: Hari Susmayanti
SHUTTERSTOCK/Stanislaw Tokarski
Ilustrasi satelit di orbit Bumi. Satelit komunikasi pertama menjadi penemuan terpenting bagi peradaban manusia. 

TRIBUNJOGJA.COM, WASHINGTON DC – Kemampuan Iran untuk memata-matai dan melacak target militer milik Israel dalam beberapa waktu kedepan dipastikan akan lebih canggih.

Sebab, Iran akan mendapatkan bantuan berupa satelit canggih dari Rusia dengan kemampuan yang mumpuni.

Dengan satelit tersebut, Iran mampu memantau fasilitas secara terus menerus mulai dari kilang minyak di Teluk Persia, pangkalan militer Israel, hingga fasilitas di Irak yang menampung pasukan AS.

Rencananya, satelit buatan Rusia tersebut akan diterbangkan ke orbit dalam waktu beberapa bulan kedepan.

Tentunya keberadaan satelit itu bisa menambah kemampuan Iran untuk memata-matai aktifitas militer Israel yang selama ini menjadi musuhnya.

Kabar tersebut diwartakan oleh media asal Amerika Serikat (AS) The Washington Post pada Kamis (10/6/2021).

Rencananya, Rusia akan memberikan Iran satelit Kanopus-V yang dilengkapi dengan kamera beresolusi tinggi.

Melansir Reuters, satelit tersebut dapat diluncurkan dari Rusia dalam beberapa bulan mendatang.

Laporan itu diterbitkan beberapa hari sebelum Presiden AS Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu di Jenewa, Swiss.

Selain itu, laporan itu diterbitkan The Washington Post ketika Iran dan AS sedang terlibat dalam pembicaraan tidak langsung tentang menghidupkan lagi kesepakatan nuklir 2015.

The Washington Post mewartakan rencana pemberian satelit canggih dari Rusia ke Iran dengan mengutip tiga sumber yang enggan disebutkan namanya.

Ketiga sumber tersebut masing-masing adalah pejabat AS, mantan pejabat AS, dan pejabat senior di kawasan Timur Tengah.

Satelit itu memungkinkan Iran memantau fasilitas secara terus menerus mulai dari kilang minyak di Teluk Persia, pangkalan militer Israel, hingga fasilitas di Irak yang menampung pasukan AS.

Di sisi lain, The Washington Post menambahkan bahwa Kanopus-V dipasarkan untuk penggunaan sipil.

Sejak 2018, sejumlah pimpinan Garda Revolusi Iran sebenarnya telah melakukan beberapa perjalanan ke Rusia untuk membantu merundingkan kesepakatan tersebut.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved