Breaking News:

Polda DIY Bentuk Tim Khusus untuk Pantau Berita Hoax di Media Sosial

Polda DIY telah membentuk tim khusus untuk mengantisipasi persebaran berita hoax di jagat maya. Wakapolda DIY Brigjen Pol Raden Slamet Santoso

ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Polda DIY telah membentuk tim khusus untuk mengantisipasi persebaran berita hoax di jagat maya.

Wakapolda DIY Brigjen Pol Raden Slamet Santoso mengungkapkan, tim yang diterjunkan meliputi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) dan Bidang Hubungan Masyarakat Polda DIY

Tugasnya mengantisipasi dan melakukan patroli siber terhadap penyebaran berita bohong baik terkait vaksinasi maupun pandemi Covid-19. Tim juga menyusuri segala jenis pemberitaan hoax yang ada di dunia maya.

Baca juga: Terapkan Azas GCG dan Transparansi, KSP Sahabat Mitra Sejati Gelar RAT secara Hybrid

Di sisi lain, pihak kepolisian juga terus melakukan upaya sosialisasi agar masyarakat tak terjerumus pada berita-berita bohong. 

"Kita sudah menerjunkan tim krimsus termasuk reserse dan humas antisipasi hoax-hoax. Baik pada penanganan virusnya, vaksinasi, dan sebagainya," jelasnya saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Jumat (11/6/2021).

"Pokoknya untuk berita-berita tidak benar kita sudah menerjunkan tim tersendiri untuk mendampingi," tambahnya.

Jika tim menemui kabar bohong di media sosial, tim bisa langsung melakukan take down. 

Petugas juga bisa memanggil penyebar informasi hoax untuk menjalani pemeriksaan. Terlebih upaya menyebarluaskan kabar bohong dapat dikatagorikan sebagai tindak pidana.

Baca juga: Satgas Klaten Identifikasi Dua Kasus COVID-19 karena ada Warga Pulang dari Kudus

Perbuatan menyebarkan hoax melalui media komunikasi elektronik sebagaimana diatur pada Pasal 45 A Ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) diancam dengan pidana penjara penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak satu miliar rupiah.

Slamet memastikan bahwa sudah ada warga yang diperiksa karena menyebarkan berita bohong. Namun dirinya belum bisa membeberkan berapa jumlahnya. 

"Datanya ada, cuma datanya masih di Ditreskrimum. Tidak sampai puluhan," jelasnya. (tro)

Penulis: Yuwantoro Winduajie
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved