Breaking News:

Kasus Covid 19

Satu RT di Plosokuning Lakukan Lockdown

RT di Dusun Plosokuning V, Minomartani, Ngaglik, Sleman, berencana melakukan lockdown wilayah, lantaran ada 34 warga terkonfirmasi positif Covid-19.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Agus Wahyu
ANTARA
KARANTINA - Warga melintas di sebuah gang RT 22 RW 9 Plosokuning V, Minomartani, Ngaglik, Sleman, Kamis (10/6/2021). Kawasan tersebut menerapkan karantina wilayah tingkat RT/RW akibat sedikitnya 11 warga terkonfirmasi positif Covid-19. 

TRIBUNJOGJA.COM. SLEMAN - Satu Rukun Tetangga (RT) di Dusun Plosokuning V, Minomartani, Ngaglik, Kabupaten Sleman, berencana melakukan lockdown atau karantina wilayah. Langkah ini diambil setelah 34 warga terkonfirmasi positif Covid-19.

Camat Ngaglik, Subagyo menyampaikan, mulanya ada satu warga RT 022 RW 009 yang bergejala, kemudian memeriksakan diri secara mandiri dan terkonfirmasi positif Covid-19. Dari situ, dilakukan tracing kontak erat dan mendapati ada yang terkonfirmasi positif.

"Hari ini (kemarin) ada 23 (yang positif Covid-19), jadi totalnya 34 orang. Di kampung tidak ada kegiatan, mungkin karena tetangga bertemu," ucap Subagyo saat dihubungi, Kamis (10/6/2021).

Menurut Subagyo, saat ini warga yang terkonfirmasi positif telah dibawa ke Rusunawa Gemawang untuk menjalani isolasi. Terkait adanya puluhan warga yang positif Covid-19, lanjutnya, pihaknya sudah merencanakan untuk melakukan lockdown satu wilayah RT tersebut.

"Iya ada (lockdown), ini tadi direncanakan satu RT 22," tandasnya.

Kepala Puskesmas Ngaglik I, Khamidah Yuliati menambahkan, kasus ini berawal dari satu keluarga yang terpapar Covid-19. "Jadi, awalnya yang disampaikan ke kami ada 7 orang dalam satu keluarga," ungkapnya.

Sebanyak 101 orang masuk dalam tracing kasus tersebut dan masih dilakukan penelusuran kontak erat 23 orang tambahan yang positif Covid-19. "Kita akan menindaklanjuti 23 ini, sedang kita cari datanya yang ada di desa," ujarnya.

Sementara itu, Gunungkidul mencatatkan rekornya sendiri dengan penambahan 86 kasus baru, dilaporkan pada Kamis (10/6/2021). Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat juga menyatakan ada sejumlah klaster baru dari ledakan kasus ini.

"Ini rekor baru, ada sejumlah klaster baru juga terbentuk," kata Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty.

Klaster baru ini menurutnya menyebar setidaknya di Kapanewon Panggang, Playen, dan Karangmojo. Ada 5 pondok pesantren (ponpes) yang turut menyumbang klaster kasus. Menurut Dewi, terdapat klaster hajatan dan keluarga di Panggang. Klaster hajatan berupa tunangan juga terbentuk di Karangmojo. "Klaster baru ini sedang kami analisis, termasuk yang di ponpes," jelasnya.

Saking banyaknya kasus, Dewi mengaku belum bisa merincinya dan pendataan masih berlangsung hingga kemarin. Ledakan kasus baru ini membuat angka kumulatif konfirmasi positif Covid-19 di Gunungkidul naik tajam menjadi 3.429 kasus. Sebanyak 391 pasien kini dalam perawatan serta isolasi mandiri. (kpc/alx)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Jumat (11 Juni 2021) halaman 04.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved