Breaking News:

Pandemi Covid-19 Tak Pengaruhi Angka Putus Sekolah di Bantul

Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul menyebut fenomena putus sekolah akibat pandemi COVID-19 tidak terjadi di Bantul.

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul menyebut fenomena putus sekolah akibat pandemi COVID-19 tidak terjadi di Bantul.

Hal itu dibuktikan dengan minimnya angka putus sekolah selama 2020. 

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Bantul, Isdarmoko mengatakan tahun 2020 dirinya mendapat ada satu siswa SMP yang putus sekolah. Sedangkan siswa SD tidak ada laporan. 

Baca juga: Tingkatkan Fasilitas Kesehatan, Pemkot Magelang Luncurkan Layanan Homecare

"Kalau di Bantul tidak ada fenomena putus sekolah di tengah pandemi. Saya hanya dapat laporan satu, siswa SMP. Kalau untuk SD tidak ada laporan," katanya, Kamis (10/06/2021).

Ia mengungkapkan alasan siswa tersebut memutuskan untuk berhenti sekolah adalah jenuh dengan sistem pembelajaran daring. Karena selama pandemi COVID-19, proses belajar mengajar tidak bisa dilaksanakan dengan tatap muka secara penuh. 

Pada jenjang SMP, Disdikpora Bantul menerapkan sistem pembelajaran kombinasi, antara daring dan luring. Sedangkan pada jenjang SD, pihaknya lebih banyak menerapkan sistem luring. Artinya siswa atau orangtua siswa datang ke sekolah untuk mengambil tugas. 

"Memang yang bersangkutan inginnya berhenti dulu, karena jenuh (belajar daring). Kami sudah mencoba memberi pengertian, tetapi tetap ingin keluar. Dia tidak puas karena tidak langsung belajar di sekolah,"ungkapnya. 

Menurut data Disdikpora Kabupaten Bantul, angka putus sekolah di Kabupaten Bantul terus mengalami penurunan. Khususnya tiga tahun terakhir. 

Baca juga: BPBD Kulon Progo Belum Ajukan Anggaran Untuk Droping Air

Angka putus sekolah pada jenjang SMP pada tahun 2018 adalah 0,02, sedangkan tahun 2019 adalah 0,01, dan pada tahun 2020 turun menjadi 0,004. Hal serupa juga terjadi pada jenjang SD. Pada tahun 2018 angka putus sekolah Bantul adalah 0,01, sedangkan tahun 2019 dan 2020 stagnan yaitu 0,004.

"Angka putus sekolah di Kabupaten Bantul memang rendah sekali. Kami melakukan berbagai upaya agar siswa bisa terus bersekolah. Paling hanya satu atau dua siswa yang putus sekolah,"terangnya. 

Guna mencegah siswa putus sekolah, terutama di tengah pandemi COVID-19, pihaknya mengupayakan berbagai model pembelajaran. Hal itu disesuaikan dengan kondisi yang ada, sehingga siswa tetap bisa mengenyam pendidikan meskipun di tengah keterbatasan. (maw)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved