Bukan Cuma “Cute”, Begini Cara Bijak Pilih Pakaian Anak
Memilih baju untuk anak tidak boleh sembarangan. Ini cara bijak memilih pakaian yang aman dan nyaman untuk buah hati.
Penulis: Alifia Nuralita Rezqiana | Editor: MGWR
TRIBUNJOGJA.com – Mengenakan pakaian untuk anak kecil usia di bawah lima tahun (balita) mungkin menjadi hal yang sulit bagi sebagian orang.
Pasalnya, balita cenderung bersemangat ketika melepas pakaian, tapi sangat sulit ketika disuruh mengenakannya.
Apalagi minat balita dalam berpakaian dapat berubah seiring dengan perkembangan koordinasi tubuh mereka.
Hal tersebut dibenarkan dari penelitian Susan Wright dan ditinjau oleh Jennah McKinley dari College of Agricultural, Consumer, and Environmental Sciences, New Mexico State University pada 2016.
Baca juga: Malas Lakukan Pekerjaan Rumah, Coba Lakukan 6 Tips Ini
Menurut penelitian itu perkembangan fisik anak ternyata berpengaruh terhadap cara mereka berpakaian.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa minat anak-anak dalam berpakaian dapat berubah seiring dengan perkembangan koordinasi tubuh mereka.
Anak usia sepuluh hingga 12 bulan misalnya, hanya akan mampu memanjangkan tangan dan kaki saat sedang berpakaian.
Sementara itu, anak usia 18 bulan sudah dapat melepas kaus kaki dan sarung tangan, membuka resleting, dan mencoba memakai sepatu.
Baca juga: Dear Gen-Z, Ikuti 4 Tips Ini Agar THR Lebaran Lebih Awet dan Meaningful
Kemudian, anak usia dua tahun dapat membantu memakai dan melepas pakaian serta melepas sepatu yang tidak terikat.
Adapun anak usia lima tahun sudah dapat berpakaian sendiri tanpa perlu dibantu lagi.
Nah, tantangan orangtua tidak akan selesai pada tahap ini saja. Sebab, orangtua masih harus memilihkan pakaian yang tepat bagi anak-anak mereka.
Namun, ketika memilih pakaian untuk dikenakan anak, para orangtua sering kali melakukan kesalahan yang dapat membahayakan keselamatan anak-anak mereka.
Baca juga: Ini 8 Tips Make Up Lebaran Anti Luntur di Cuaca Panas
Contohnya, baju berkerah tinggi (turtleneck) yang ketat, dapat memicu iritasi hingga sakit kepala saat digunakan oleh anak.
Melansir Bright Side pada Kamis (27/5/2021), berikut beberapa cara bijak yang dapat dijadikan panduan dalam memilih pakaian anak, agar terhindar dari risiko bahaya yang tak diinginkan.
1. Jangan pilih pakaian dengan kancing dekoratif, payet dan manik-manik
Pakaian anak-anak tidak boleh memiliki banyak elemen dekoratif seperti kancing dekoratif, payet dan manik-manik. Mengapa demikian?
Sebab, berbagai elemen dekoratif tersebut dapat membuat anak-anak penasaran karena bentuknya yang cute atau lucu. Kondisi inilah yang bisa memicu mereka merusak pakaian yang sedang dikenakan.
Baca juga: 5 Makanan Alternatif Sumber Karbohidrat Pengganti Nasi untuk Mengurangi Risiko Diabetes
Pada kasus yang lebih parah, anak-anak bisa saja melepas dekorasi pada pakaiannya, lalu memasukkan manik-manik ke hidung, telinga, atau mulut mereka.
2. Hindari syal panjang
Syal anak-anak memang terlihat lucu dan menggemaskan saat dikenakan. Namun, aksesoris pakaian satu ini berpotensi menjadi ancaman bagi mereka.
Dikatakan demikian karena kondisi syal yang panjang dapat menyangkut di berbagai tempat tidak terduga, misalnya jalan, taman bermain, hingga sepeda yang dinaiki anak-anak.
Sangat sulit untuk menghindari risiko kecelakaan akibat elemen pakaian seperti syal. Untuk itu, cobalah untuk menghindari syal panjang.
Baca juga: Cocok untuk Vegan, Inilah Resep Membuat Susu Nabati Kacang Mete
3. Jangan memilih turtleneck dengan bagian leher yang terlalu ketat
Meski terlihat praktis dan stylish, pakaian universal jenis turtleneck memiliki berbagai kekurangan untuk anak-anak. Ketika bagian leher terlalu ketat atau sempit, pakaian jenis ini akan terasa tidak nyaman.
Jika dikenakan terlalu ketat, turtleneck dikhawatirkan akan membuat leher anak-anak tidak bisa bergerak bebas. Ini bisa memicu munculnya iritasi.
Selain itu, pakaian dengan bagian leher yang sempit dapat menyebabkan sakit kepala akibat gangguan peredaran darah dan iritasi, terutama jika pakaian dibuat dengan bahan sintetis yang berkualitas rendah.
4. Jangan pilih pakaian berwarna gelap
Pakaian berwarna gelap harus dihindari karena dapat membahayakan anak. Ketika anak menggunakan pakaian berwarna gelap tanpa elemen warna yang mencolok, maka orangtua bisa kehilangan anak mereka di tengah keramaian.
Baca juga: Bosan Makan Kue Kering Saat Lebaran? Yuk, Coba Resep Es Krim Rumahan Ini
Selain itu, jika anak berada di dekat jalan raya, ada kemungkinan pengemudi di jalan raya tidak bisa melihat anak-anak, apalagi saat kondisi sedang gelap.
Itulah mengapa, sebaiknya orangtua memilihkan baju dengan warna-warna mencolok agar anak tetap terlihat di tengah keramaian atau saat berada di jalan.
Jika memilih baju dengan warna gelap, usahakan tetap ada aksen atau elemen warna yang berkilau sehingga anak tetap mudah dilihat.
5. Hindari sepatu dengan sol tebal
Sepatu yang terlihat trendi dan keren bisa jadi tidak nyaman untuk digunakan anak. Apalagi jika jenis sepatu tersebut memiliki sol yang tebal dan berat.
Baca juga: Ketika Choi Siwon Super Junior Ikut Tes Kepribadian, Hasilnya Mengejutkan!
Bayangkan saja, anak tentu akan merasa kesulitan bergerak ketika sedang bermain kejar-kejaran bersama teman-temannya atau saat sedang memainkan berbagai permainan di taman.
Saat memilih sepatu anak, utamakanlah keamanan dan kenyamanan anak dengan memilih sepatu yang sesuai dengan anatomi kaki anak.
6. Jangan pilih model pakaian orang dewasa
Meskipun terlihat keren dikenakan pada anak-anak, pakaian model dewasa bisa saja membuat mereka merasa tidak nyaman.
Pakaian yang terlalu ketat atau besar, bisa membuat anak lebih sulit bergerak, sehingga menyulitkan mereka untuk berlari, meloncat dan melakukan aktivitas lainnya.
Baca juga: Amalkan Doa Ini Untuk Kedua Orang Tua Kita
Untuk itu, demi kenyamanan dan keselamatan anak, pilihlah model pakaian yang sesuai dengan usia dan kebutuhan anak-anak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-fashion-anak.jpg)