Breaking News:

Jumlah UMKM di Sleman Meningkat Signifikan di Masa Pandemi

56 persen di antaranya atau sekitar 45 ribu unit usaha bergerak di bidang pangan atau usaha kuliner

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM
Para peserta penyuluhan keamanan pangan berfoto bersama bersama Asisten Deputi Perlindungan dan Kemudahan Usaha Mikro, Kemenkop UKM, Rahmadi dalam acara penutupan penyuluhan pada Sabtu (5/6/2021) di Hotel Alana, Sleman, Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM - Jumlah UMKM di Kabupaten Sleman meningkat signifikan selama masa pandemi covid. Sebagai gambaran, pada 2019 lalu jumlahnya yakni sebanyak 48 ribu unit usaha. Kemudian bertambah menjadi 68 ribu unit usaha hingga Desember 2020. Jumlah ini terus bertambah hingga 80 ribu unit usaha hingga Mei 2021.

Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman Rr Mae Rusmi Suryaningsih merinci, dari jumlah itu 56 persen di antaranya atau sekitar 45 ribu unit usaha bergerak di bidang pangan atau usaha kuliner.

Inilah sektor yang menurutnya bertahan di masa pandemi sehingga banyak dari mereka yang beralih ke sektor kuliner setelah usaha sebelumnya dirasa mengalami penurunan.

Baca juga: Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Bantul Melatih Wirausaha Pemula Meningkatkan Kapasitasnya

"Penambahannya memang signifikan. Jadi mereka tidak menutup usaha begitu saja, tapi beralih dari usaha sebelumnya yang dinilai kurang potensial," ungkapnya dalam acara Penyuluhan Pendaftaran Sertifikasi Produk bagi Usaha Mikro dari Kementerian Koperasi dan UKM yang digelar di Hotel Alana, Sleman pada Sabtu (5/6/2021).

Pertumbuhan jumlah unit usaha ini juga dimungkinkan dipicu oleh banyaknya pekerja yang dirumahkan atau terkena PHK. Mereka kemudian mencoba merintis usaha yang sebagian besar memilih sektor pangan.

Baca juga: Kadin DIY Dorong UKM, Industri Kreatif, dan Pariwisata Terus Bergerak

Pemerintah secara serius menyikapi banyaknya bermunculan produk-produk pangan yang baru ini. Lantaran produk pangan tentunya harus aman, bermutu dan bergizi.

"Inilah yang menjadi perhatian kita, bagaimana mewujudkan produk UKM yang bebas dari bahan kimia berbahaya, tentunya harus higienis, bergizi sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup bermasyarakat," tambahnya.

Atas dasar itulah maka pemerintah mendorong para pelaku usaha sektor pangan ini untuk mengurus Sertifikat Produksi Pangan – Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) sebagai bukti bahwa produk mereka aman untuk diedarkan dan aman dikonsumsi masyarakat.

Baca juga: Dorong UKM Go Digital, Pemkot Yogya Bakal Maksimalkan Platform di JSS

Dinkes Sleman Terbitkan 2200 Sertifikat Penyuluhan Keamanan Pangan

Namun sebelum mendapatkan sertifikat tersebut, para pelaku usaha ini harus memiliki sertifikat penyuluhanan keamanan pangan. Dokumen ini dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan daerah setempat yang dalam hal ini adalah Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved