Breaking News : Muncul Klaster Pabrik Tas di Playen, 20 Orang Dinyatakan Positif Covid-19

Breaking News : Muncul Klaster Pabrik Tas di Playen, 20 Orang Dinyatakan Positif Covid-19

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA/ Alexander Ermando
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Sebanyak 20 warga terpapar covid-19 dari klaster pabrik tas di Kapanewon Playen, Gunungkidul.

Saat ini pihak-pihak terkait masih melakukan penelurusan kasus covid-19 dari klaster pabrik tas ini.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawati mengatakan hingga saat ini setidaknya sudah ada 20 orang yang dinyatakan terpapar covid-19 dari klaster pabrik tas ini.

"Asalnya dari sebuah pabrik tas di Pedukuhan Nogosari, Kalurahan Bandung," ungkap Dewi pada wartawan, Sabtu (05/06/2021) lalu.

Saat ini Dinas Kesehatan masih melakukan upaya penelusuran dan penyebaran kasus covid-19 dari klaster pabrik tas ini.

Sementara itu, secara keseluruhan, Dewi melaporkan terdapat 41 kasus baru yang dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19.

Selain di Playen, kasus baru dilaporkan berasal dari Ponjong, Wonosari, Semin, Karangmojo, Ngawen, Patuk, dan Saptosari.

"Hari ini (kemarin) dilaporkan pula tambahan 1 meninggal dunia dan 11 sembuh," katanya.

Baca juga: UPDATE Terbaru Covid-19 Indonesia, Sabtu 5 Juni Tambah 6.594, Total jadi 1.850.206 Kasus

Baca juga: Kunjungan Wisatawan ke Malioboro Meningkat, Penegakan Prokes Jangan Sampai Abai

Hingga Sabtu lalu, Gunungkidul mencatatkan 3.179 kasus konfirmasi positif COVID-19 secara kumulatif.

Terdapat 2.808 kasus sembuh, 217 dalam perawatan, dan 154 meninggal dunia.

Dewi mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan (prokes) dasar.

Sebab prokes menjadi kunci pencegahan utama penularan dan penyebaran kasus COVID-19.

"Tetap diingat untuk menggunakan masker, menghindari kerumunan, dan menjaga pola hidup bersih dan sehat," ujarnya.

Terpisah, Kapolsek Playen AKP Hajar Wahyudi mengungkapkan pabrik tas yang dimaksud berada di Pedukuhan Nogosari I.

Menurutnya, pabrik tersebut baru beroperasi selama sebulan terakhir.

Ia mengatakan aktivitas pabrik kini berhenti sementara waktu setelah adanya klaster tersebut.

Satgas Penanganan COVID-19 setempat pun sudah meminta pabrik tersebut tutup selama 14 hari ke depan.

"Operasional pabrik baru bisa kembali dibuka setelah situasinya kembali normal," jelas Hajar. (Tribunjogja/Alexander Ermando)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved