Breaking News:

Kabupaten Bantul

Protokol Kesehatan di Kapanewon Srandakan Akan Tetap Ditegakkan

Saat ini Kapanewon Srandakan masih berzona merah, yang berarti tingkat penularan COVID-19 masih tinggi di wilayah tersebut.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Panewu Srandakan, Anton Yulianto 

TRIBUNJOGJA.COM - Belum lama ini terjadi penolakan terhadap prosedur pemakaman COVID-19 Padukuhan Lopati, Kalurahan Trimurti, Kapanewon Srandakan.

Saat ini pihak Kapanewon beserta lintas sektoral terus memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi COVID-19.    

Panewu Srandakan, Anton Yulianto mengatakan, agar kejadian ini tidak terulang kembali, pihaknya akan terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat.

"Kami tidak akan berhenti. Bahkan tiap minggu ada 2-3 kali patroli dengan pengeras suara. Dan tahun anggaran ini kami juga akan pasang spanduk, baliho. Kita tidak ada bosan-bosannya memberikan edukasi ke masyarakat," ujarnya.

Namun jika tetap ada penolakan dari warga ketika ada pasien positif covid-19 yang meninggal, Anton mengatakan bahwa pihaknya akan sebisa mungkin menerapkan prosedur pemakaman COVID-19.

Baca juga: Warga Srandakan Bantul Masih Belum Sepakat Melakukan Swab Massal 

"Kami juga akan sekuat mungkin menerapkan protokol kesehatan, prosedur tetap berjalan," tegasnya.

Menurutnya, pemerintah sudah menerapkan prosedur yang terukur dan sudah ada kajian ilmiahnya.

Maka dari itu, masyarakat juga diimbau untuk mengikuti prosedur tersebut untuk kepentingan bersama.

"Masyarakat diamankan oleh prosedur itu, dan ini juga demi kebaikan masyarakat sendiri, tidak perlu menjadi rumit," tandasnya.

Adapun sampai saat ini Kapanewon Srandakan masih berzona merah, yang berarti tingkat penularan COVID-19 masih tinggi di wilayah tersebut.

Maka dari itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan dalam kesehariannya, seperti mengenakan masker, menjaga jarak, tidak berkerumun dan selalu mencuci tangan.

Proses vaksinasi pun saat ini terus dilakukan.

"Vaksinasi terus berjalan, dan saat ini sudah sekitar 20 persen warga lansia yang sudah dilakukan vaksinasi tahap pertama," ungkapnya.( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved