Pemuda Tewas Dikeroyok

DW, Korban Pengeroyokan yang Tewas Dini Hari Tadi Dikenal Punya Solidaritas Pertemanan yang Tinggi

Rumah duka DW, korban pengeroyokan di dekat Jogja National Museum Kota Yogyakarta pada Kamis (3/6/2021) dini hari tadi, mulai dipenuhi pelayat.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Ardhike Indah
Pihak keluarga dan pelayat menunggu kedatangan jenazah DW di rumah duka 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rumah duka DW, korban pengeroyokan di dekat Jogja National Museum Kota Yogyakarta pada Kamis (3/6/2021) dini hari tadi, mulai dipenuhi pelayat.

Rumah duka terletak di Jalan Bantul, Gang Windudipura, Gedongkiwo, Mantrijeron, Kota Yogyakarta.

Pantauan Tribun Jogja, warga sekitar dan teman-teman DW mulai berdatangan sejak pukul 11.15 WIB.

Baca juga: KRONOLOGI Pengeroyokan Remaja di Dekat Jogja National Museum, Polisi Temukan Ini di TKP

Mereka menunggu jenazah DW yang belum diberangkatkan dari RS Bhayangkara lantaran belum selesai diautopsi.

Salah satu teman DW, Putra mengatakan dirinya kaget mendengar temannya itu meninggal dunia begitu cepat.

Sebab, mereka berdua baru saja bertemu pada Selasa malam (1/6/2021).

Suasana di rumah duka korban pengeroyokan DW mulai didatangi pelayat, Kamis (3/6/2021) pukul 11.50 WIB
Suasana di rumah duka korban pengeroyokan DW mulai didatangi pelayat, Kamis (3/6/2021) pukul 11.50 WIB (TRIBUNJOGJA/ Ardhike Indah)

“Waktu itu saya ketemu sama DW pas 1 Juni malam. Saya tidak sangka, dia bakal pergi secepat ini,” katanya kepada Tribun Jogja.

Putra mengatakan, dia mendapat kabar DW meninggal sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Dia dapat kabar itu dari status WhatsApp temannya.

Baca juga: Remaja di Kota Yogyakarta Tewas Dikeroyok, Teriak Minta Tolong Bersimbah Darah Hingga Tewas

Maka, dia dan puluhan teman lain menyempatkan ke rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir bagi DW.

“Dia itu teman yang solid banget. Setiap ada yang kesulitan, dia yang menengahkan. Dia tidak pernah keras sama teman-temannya,” ujarnya lirih.

Putra memang tidak terlalu dekat dengan DW. Mereka bersekolah di SMP dan SMA berbeda.

Namun, karena merasa memiliki tongkrongan bersama, dia jadi mengenal DW.

“Saya kenal DW itu sudah zaman SMP. Tidak dekat, tapi dia baik banget sama kami semua,” tandasnya. (ard)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved