Pendidikan
Belajar Tatap Muka di Sleman Tunggu Situasi COVID-19
Bila kasus COVID-19 di Sleman masih tinggi dan benar-benar tidak memungkinkan, untuk dilaksanakan ujicoba tatap muka, maka akan ada penundaan.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Pelaksanaan dilakukan secara terbatas.
Baca juga: PPDB SMP 2021 Sleman : Pendaftaran Dibuka 22-23 Juni, Ini Kuotanya
Dalam seminggu, siswa hanya diperbolehkan masuk ke sekolah dua kali.
Itu pun separuh atau kapasitas maksimal 50 persen, dengan dibagi sift secara bergiliran.
Siswa SD maksimal hanya dua jam, sedangkan SMP maksimal 3 Jam.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo sebelumnya mengatakan, berbagai persiapan untuk dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka sudah dilakukan.
Diawali asesmen standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) yang menghadirkan siswa datang ke sekolah dan dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat.
Ia berharap, nantinya semua bisa berjalan lancar. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pemkab-sleman-berencana-usulkan-simulasi-belajar-tatap-muka.jpg)