Breaking News:

UGM Belum Izinkan Kegiatan Sunmor, Ini Alasannya

UGM Yogyakarta belum mengizinkan kegiatan Sunday Morning (Sunmor) digelar kembali karena kasus penularan covid-19 masih cukup tinggi

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
tribunjogja/yudhakristiawan
Suasana Sunmor, Minggu (26/6/2016) silam 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta belum mengizinkan kegiatan Sunday Morning (Sunmor) digelar kembali karena kasus penularan covid-19 masih cukup tinggi.

Kebijakan UGM ini diambil merespon surat dari Perkumpulan Pedagang Sunday Morning (Sunmor) yang meminta kegiatan Sunmor bisa diselenggarakan kembali.

Dalam surat yangdikirimkan kepada pihak UGM, Perkumpulan Pedagang Sunmor menyampaikan permohonan pengaktifan kembali Sunmor dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM, Dr. Iva Ariani, menyampaikan kebijakan tersebut diambil mengingat kondisi penyebaran Covid-19 yang masih cukup tinggi di wilayah Sleman.

Bahkan, Satgas Covid-19 mencatat Sleman menjadi salah satu dari tujuh kabupaten/kota di Indonesia yang hingga kini masih berzona merah dan didorong segera melakukan perbaikan dalam penanganan Covid-19.

"Memperhatikan kasus penularan Covid-19 yang masih terus terjadi maka demi keamanan dan keselamatan bersama maka untuk saat ini aktivitas jual beli di Sunday Morning belum diizinkan untuk dibuka kembali," paparnya, Jumat (28/5/2021) seperti yang dikutip Tribunjogja.com dari laman ugm.ac.id, Selasa (1/6/2021).

Baca juga: Tahun Ajaran Baru, Disdikbud Kota Magelang Rencanakan Lakukan PTM di Seluruh Sekolah

Baca juga: Tren COVID-19 Terjadi Kenaikan Pasca Lebaran, Pemkot Magelang Segera Lakukan Evaluasi

Dalam penjelasannya, pihak UGM belum mengizinkan kegiatan Sunmor karena pasar menjadi tempat yang beresiko terjadinya penularan covid-19.

Sebab, jika kegiatan Sunmor kembali dibuka, bisa memicu kerumunan sehingga malah berpotensi terjadinya penularan covid-19.

Sementara Sekdir Direktorat Aset UGM, Edi Prasetyo, S.T., M.Eng berharap para pedagang yang selama ini berjualan di Sunmor bisa menerima dan memaklumi keputusan dari pihak kampus yang belum mengizinkan kegiatan Sunmor.

"Harapannya keputusan ini bisa dimaklumi dan diterima oleh para pedagang di Sunmor sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus corona yang berpeluang terjadi melalui kerumunan saat aktivitas jual beli di Sunmor," tuturnya. (Tribunjogja)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved