Breaking News:

Jawa

Tren COVID-19 Terjadi Kenaikan Pasca Lebaran, Pemkot Magelang Segera Lakukan Evaluasi

Pemkot Magelang akan lakukan pengkajian dan evaluasi terkait meningkatnya tren penularan COVID-19 pasca lebaran di wilayahnya.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM
Sekretaris Daerah Kota Magelang, Joko Budiyono 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang akan lakukan pengkajian dan evaluasi terkait meningkatnya tren penularan COVID-19 pasca lebaran di wilayahnya.

Sekretaris Daerah Kota Magelang, Joko Budiyono mengatakan, naiknya tren penularan COVID-19 di Kota Magelang diduga akibat terjadinya peningkatan kontak fisik selama masa lebaran.

"Ya, terjadi kenaikan (penularan COVID-19 pasca lebaran) meskipun tidak signifikan. Saat ini ada 16 orang  sedang dirawat dan 47 orang isolasi mandiri. Maka dari itu, agar tidak meluas kami akan lakukan pengkajian dan evaluasi secepatnya, meskipun wilayah Kota Magelang berada dalam zona kuning, kami akan tetap lakukan pengereman," jelasnya pada Selasa (01/06/2021).

Sementara itu,  saat ini pihaknya masih melakukan pengkajian terhadap satu di antara lembaga pemerintah yang diduga terjadi penularan COVID-19 pasca lebaran.

Baca juga: Kenakan Pakaian Adat Daerah, Pemkot Magelang Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

Pengkajian tersebut, dilakukan untuk mengambil tindakan yang tepat dalam menangani penularan COVID-19 di wilayahnya.

"Memang terjadi penularan di salah satu lembaga pemerintah , di mana  ditemui beberapa anggotanya terpapar COVID-19. Sehingga, kami akan lakukan pengkajian terlebih dulu sebelum mengambil tindakan lebih lanjut," terangnya.

Ia menambahkan, pengkajian akan dilakukan bersamaan dengan evaluasi penanganan dan pengendalian COVID-19 di Kota Magelang.

Kegiatan tersebut, akan melibatkan seluruh instansi terkait di lingkungan Pemkot Magelang beserta kepala rumah sakit yang menjadi rujukan.

"Jadi, kami lakukan evaluasi secara menyeluruh terkait COVID-19 ini, termasuk kasus penularan baru yang terjadi di instansi tersebut. Kalau memang nanti hasil evaluasi perlu dilaksanakan penutupan, maka akan segera dilakukan," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved