Pria Ini Habisi Teman Kencan, Wanita Keempat Jadi Target, Tapi Gagal Karena Panik

Seorang pria, AA diamankan polisi pada 28 Mei 2021 lalu di kediamannya di kawasan Cijantung, Jakarta Timur.

Editor: ribut raharjo
KOMPAS.com/Shutterstock
ILUSTRASI 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Seorang pria, AA diamankan polisi pada 28 Mei 2021 lalu di kediamannya di kawasan Cijantung, Jakarta Timur.

Ia ditangkap lantaran diduga membunuh seorang wanita panggilan yang ditemukan meninggal di hotel kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada 26 Mei 2021 lalu.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Teuku Arsya Khadafi menyebut, AA memang kerap melakukan tindak kriminal sebelum nekat membunuh teman kencannya berinisial IWA alias V.

"Tersangka profesinya sebagai security, tapi sebelum melakukan pembunuhan, dia sudah pernah tindak pidana lain, yaitu menjambret sebanyak tiga kali," ucapnya, Minggu (30/5/2021) lalu.
Arsya menyebut, AA biasanya melancarkan aksi penjambretan di sekitar kawasan Jakarta Timur.

Biasanya, dia menarget korban yang tengah asyik memainkan ponsel di pinggir jalan.

"Pertama itu tanggal 12 Januari 2021 di daerah Munjul, Jakarta Timur. Kemudian 3 Februari di Cipayung dengan sasaran ponsel dan 27 Januari di Condet juga dengan sasaran ponsel," ujarnya.

Ponsel yang berhasil digasak itu pun langsung digadaikan oleh AA dan uangnya digunakan untuk main judi online. "Tersangka keranjingan judi online, sehingga punya utang," kata dia.

Dari hasil proses penyidikan diketahui tersangka melakukan kekerasan ke korban setelah menyetubuhi korban. Tersangka mencekik korban sebanyak dua kali.

"Pertama dilakukan dengan cara tindih tubuh korban lalu gunakan kekerasan di leher. Ternyata saat dilakukan korban masih bernafas dan diulang lagi tersangka kepada korban sampai nggak ada napas dan pukul ke wajah korban dua kali," sambungnya.

Depan awak media, AA mengaku awalnya dirinya tak memiliki niat melakukan penjambretan. Tindak kriminal itu pun disebutnya terbersit begitu saja saat tengah berkendara di dekat rumahnya.

"Untuk penjambretan saya terinspirasi saat naik motor, lalu melihat ada orang main hp," tuturnya.

Terkait pembunuhan wanita panggilan di sebuah hotel kawasan Menteng, AA mengaku mengenal korban melalui aplikasi MiChat, kemudian dibuatlah kesepakatan membuka jasa open booking online (BO) melalui aplikasi tersebut.

Ia berjanji membayar jasa BO sebesar Rp 500 ribu sesuai dengan kesepakatan. Namun ternyata AA tak memiliki uang dengan yang disepakati itu.

"Nggak lama korban tanyakan minta tunjukkan uangnya, saya hanya menunjukkan uangnya. Itu ditarik sebesar Rp 50 ribu, Rp 50 ribu, tapi nggak sesuai Rp 500 ribu," kata Aldi.

"Nah, mungkin kata dia (korban) ada Rp 500 ribu. Nah, setelah itu saya gagahi lagi, abis itu saya main dan setelahnya saya kepikiran kalau saya mau ambil barang pasti akan terjadi keributan," lanjutnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved