Erupsi Gunung Merapi

UPDATE Gunung Merapi Sabtu 29 Mei 2021, Gugurkan Lava Pijar Lima Kali Berjarak 1,5 Km

Dalam pengamatan selama enam jam mulai 00.00-06.00 pada Sabtu (29/5/2021), secara meteorologi, cuaca cerah dan berawan.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
Twitter BPPTKG
Visual Gunung Merapi yang teramati dari PGM Selo, Sabtu (29/5/2021). Visual Gunung Merapi tampak, suhu udara 14.0 °C, kelembaban 75 %rh, tekanan udara 837.6 hpa, angin tenang. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) merilis laporan aktivitas Gunung Merapi, Sabtu (29/5/2021).

Dalam pengamatan selama enam jam mulai 00.00-06.00, secara meteorologi, cuaca cerah dan berawan.

Angin bertiup lemah ke arah barat.

Suhu udara 14-21 °C, kelembaban udara 72-90 %, dan tekanan udara 569-707 mmHg. 

Secara visual, gunung jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III.

Baca juga: VIRAL Meteor Jatuh, Ini Jawaban BPPTKG Soal Kilatan Cahaya di Puncak Gunung Merapi Pada 27 Mei 2021

Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 100 m di atas puncak kawah.

“Selama pengamatan itu, teramati 5 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur 1.500 m ke arah barat daya,” ungkap Kepala BPPTKG, Hanik Humaida.

Sementara, kegempaan guguran tercatat sebanyak 45 kali dengan amplitudo 3-29 mm, berdurasi 11-140 detik.

Hembusan terhitung 8 kali dengan amplitudo 2-6mm berdurasi 7-26 detik.

Sementara, gempa fase banyak berjumlah 17 kali, amplitudo 2-21 mm, S-P : 0.4-0.6 detik dengan durasi 4-10 detik.

Ia menjelaskan, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya.

Daerah itu meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.

Baca juga: Update Gunung Merapi Pagi Ini Kamis 27 Mei 2021, Guguran Lava Pijar Pagi Meluncur 14 Kali

Sedangkan, lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. 

“Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya,” katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved