Erupsi Gunung Merapi

Update Gunung Merapi Pagi Ini Kamis 27 Mei 2021, Guguran Lava Pijar Pagi Meluncur 14 Kali

Pada periode pengamatan pagi ini pukul 00.00-06.00 WIB, teramati 14 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur  1.500 m ke arah barat daya.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
Dokumentasi BPPTKG
Visual Gunung Merapi yang diamati dari PGM Babadan pada Kamis (27/5/2021) pukul 06.11. Gunung Merapi tampak, suhu udara 20.3 °C kelembaban 64 %rh, kec angin 10.3 km/jam ke barat, tekanan udara 872.8 hpa. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi (2.968 mdpl) di perbatasan DIY dan Jawa Tengah masih terus menunjukkan aktivitas erupsi hingga pagi ini, Kamis (27/5/2021).

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menyampaikan pada periode pengamatan pagi ini pukul 00.00-06.00 WIB, teramati 14 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur  1.500 m ke arah barat daya.

"Gunung teramati jelas. Asap kawah tidak teramati. Periode pengamatan pagi ini 14 kali guguran lava pijar," katanya.

Pada periode ini, cuaca di gunung merapi cerah.

Baca juga: UPDATE Gunung Merapi Pagi Ini Rabu 26 Mei 2021, Selama Enam Jam Teramati 5 Kali Guguran

Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah Barat Laut. 

Suhu udara 15-20°C, kelembaban udara 70-72 persen, dan tekanan udara 837-918 mmHg.

Aktivitas kegempaan yang terjadi di antaranya 25 gempa guguran, 1 gempa hembusan, 2 gempa hybrid/fase banyak dengan durasi 7 hingga 9 detik.

Hanik menyampaikan, Gunung Merapi sampai saat ini masih berstatus siaga (level III).

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.

Baca juga: Jadwal dan Lokasi Pemadaman Listrik di DI Yogyakarta Hari Ini, Kamis 27 Mei 2021

"Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," ungkap Hanik.

Ia menambahkan, penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam kawasan rawan bencana (KRB) III direkomendasikan untuk dihentikan.

Selain itu, pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak gunung merapi.

"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," tandas Hanik.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved