Breaking News:

Sebanyak 297 Pedagang Harus Pindah Pada Juni 2021

RATUSAN PKL yang biasa berjualan di sepanjang trotoar Pasar Lapangan Merdeka, Delanggu, Kabupaten Klaten diminta pindah paling lambat Juni 2021.

Dokumentasi Camat Delanggu
Sejumlah aparat kepolisian dan TNI melakukan sosialisasi kepada pedagang yang berjualan di trotoar Pasar Lapangan Merdeka Delanggu Klaten, Kamis (27/5/2021). 

Trotoar Pasar Kembali Diperuntukkan untuk Pejalan Kaki

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di sepanjang trotoar Pasar Lapangan Merdeka, Delanggu, Kabupaten Klaten diminta pindah paling lambat Juni 2021. Permintaan pemindahan ratusan pedagang itu guna penataan kawasan Lapangan Merdeka yang bakal difungsikan sebagai ruang terbuka.

"Pedagang yang ada di trotoar itu sejarahnya pedagang sementara, karena Pasar Gede Delanggu dibangun jadi mereka berjualan di sana. Setelah Pasar Gede Delanggu selesai sebagian pindah, tapi masih ada yang bertahan di sana sehingga kita minta pindah," ucap Camat Delanggu, Jaka Suparja, Kamis (27/5/201).

Menurut Jaka, fungsi trotoar yang ada di kawasan Pasar Lapangan Merdeka bakal dikembalikan sesuai dengan fungsi sebenarnya yakni untuk para pejalan kaki. Sebelum meminta pedagang untuk pindah, pihaknya telah melaksanakan sejumlah persiapan, mulai dari pemberitahuan, sosialisasi, hingga menyiapkan tempat berjualan bagi ratusan pedagang tersebut.

Adapun lokasi baru untuk berjualan para pedagang tersebut, lanjut Jaka hanya berjarak 100 meter dari lokasi pedagang berjualan saat ini. "Itu bukan pasar ya, itu kan trotoar jadi kita pindah. Kami tidak mungkin semena-mena, Pemerintah Desa Delanggung juga sudah menyiapkan tempat berjualan, tadi sosialisasi," ucapnya.

Lanjut Jaka, saat melakukan sosialisasi, diklaim tidak ada protes yang dilakukan oleh para pedagang. Ratusan pedagang tersebut setuju untuk dipindah. "Kami beri tenggat waktu hingga Juni 2021 semuanya sudah bersih di sana (trotoal Pasar Lapangan Merdeka) dan pedagang juga sudah pindah," ulasnya.

Seorang pedagang, Warsi mengatakan tidak masalah dipindahkan dan setuju. Asalkan lokasi nyaman dan sesuai. "Kita tidak masalah dipindah (tempat berjualan), setuju saja. Asalkan lokasi baru nyaman dan sesuai sebab saya jualan bumbon (bumbu dapur) butuhnya ukuran minimal 2X2 meter," kata Warsi.

Sementara Kasi Ops Satpol-PP Pemkab Klaten, Bambang Saptono menyampaikan,  saat ini pihaknya hanya menunggu hasil sosialisasi. Jika setelah disepakati untuk pindah tapi ada yang tidak menaati, maka akan dieksekusi.

"Kita tunggu hasil sosialisasi kecamatan dan desa. Kalau sudah kita akan eksekusi jika dilanggar," lanjut Bambang. (mur/dtc)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Jumat (28 Mei 2021) halaman 06.

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Agus Wahyu
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved