Kabupaten Gunungkidul
Catat 29 Kasus COVID-19 Baru, Dinkes Gunungkidul Sebut Bukan Hasil Screening Wisata
Sebanyak 29 kasus baru COVID-19 dilaporkan terjadi di Kabupaten Gunungkidul.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Sebanyak 29 kasus baru COVID-19 dilaporkan terjadi di Kabupaten Gunungkidul.
Tambahan cukup signifikan ini dilaporkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul pada Kamis (27/05/2021) lalu.
Kepala Dinkes Gunungkidul Dewi Irawaty menyampaikan sebagian besar dari kasus baru ini memiliki riwayat kontak dengan konfirmasi positif.
"Setidaknya ada 7 kasus baru ini yang riwayat penularannya masih ditelusuri Puskesmas setempat," jelas Dewi.
Adapun dari 29 kasus baru ini, sebanyak 7 di antaranya berasal dari Kapanewon Semanu, menyusul 6 kasus dari Ponjong.
Baca juga: Klaster COVID-19 Bermunculan, Sekda DIY Minta Satgas COVID-19 Lebih Tegas Awasi Kerumunan
Sisanya dari Karangmojo, Wonosari, Girisubo, Gedangsari, Semin, Playen, dan Ngawen.
Meski demikian, Dewi menampik munculnya puluhan kasus baru ini terkait dengan dampak pasca libur Lebaran.
Terutama mengingat pihaknya tengah melakukan screening kasus bagi pelaku wisata.
"Tambahan kasus ini tidak ada kaitannya dengan screening pelaku wisata," katanya.
Selain 29 kasus baru, Gunungkidul juga mencatat sebanyak 13 pasien dinyatakan sembuh.
Sedangkan yang meninggal dunia, terakhir dilaporkan pada Rabu (26/05/2021) lalu dengan 2 kasus.
Secara kumulatif, Gunungkidul kini mencatatkan sebanyak 2.951 kasus konfirmasi positif COVID-19.
Terdapat 108 pasien dalam perawatan dan 2.731 lainnya dinyatakan sembuh.
"Hingga kemarin terdapat 141 kasus meninggal dunia," ujar Dewi.
Baca juga: Dinas Kesehatan Gunungkidul Sebut Angka Kematian Akibat COVID-19 Terbilang Tinggi
Screening pelaku wisata sudah mulai dilakukan sejak Selasa (25/05/2021) lalu.
Adapun proses screening ini menyasar pada pelaku wisata di kawasan pantai.
Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul Harry Sukmono menyampaikan ada 7 pantai sasaran screening.
Namun ia mengaku tidak tahu persis jumlah pelaku usaha yang disasar.
"Pelaksanaannya diserahkan pada Dinkes, jadi mereka lebih mengetahui," kata Harry.
Menurut jadwal yang diberikan, pelaksanaan screening juga berlangsung hari ini di Pantai Krakal.
Selanjutnya screening akan kembali dilakukan pada 31 Mei dan 2 Juni mendatang.( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/catat-29-kasus-covid-19-baru-dinkes-gunungkidul-sebut-bukan-hasil-screening-wisata.jpg)