Update Corona di DI Yogyakarta
Indikasi Klaster Syawalan, Ratusan Warga Nglempong Umbulmartani Ditesting Massal
Ratusan warga Dusun Nglempong, Padukuhan Ngemplak II, Kalurahan Umbulmartani, Ngemplak, Sleman menjalani testing massal COVID-19.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Setelah ditracing, ditemukan ada 5 warga yang bergejala dan positif.
Mereka, tidak ada hubungan kekeluargaan dan rata-rata mulai bergejala, seperti tidak enak badan, batuk - pilek, sejak tanggal 17 Mei 2021.
Tim tracing kemudian menelusuri peristiwa seminggu ke belakang.
Ternyata, seminggu yang lalu warga setempat sempat melaksanakan kegiatan keagamaan bersama.
Bahkan, saat lebaran, warga satu dengan lainnya saling berkunjung dan terjadi kontak fisik.
Dari 5 kasus aktif ditracing lagi dan ditemukan 7 kasus.
Baca juga: Pedagang Pasar Asal Ngaglik Menangis ke Pak Lurah, Disuruh Pulang, Kampungnya Jadi Klaster Covid-19
Hingga kini, totalnya ada 12 warga yang positif.
"Polanya kami petakan. Tidak ada hubungan keluarga. Ternyata ditelusuri pernah saling kontak saat lebaran. Artinya ini indikasi klaster syawalan. Dan untuk memastikan itu, maka kami testing massal," ujar dia.
Dukuh Ngemplak II, Kalurahan Umbulmartani, Bambang Wardono mengatakan, dari 12 warganya yang positif, 10 menjalani Isolasi mandiri dan 2 orang isolasi di rumah sakit.
Satu orang di antaranya merupakan ibu hamil yang hendak melahirkan.
Saat ini, Dusun Nglempong diberlakukan lockdown mikro, atau pembatasan akses selama lima hari.
Warga di dalam, tidak boleh keluar dan warga dari luar tidak diperbolehkan masuk.
Terhitung tanggal 26 - 30 Mei 2021.
"Sebelum hasilnya keluar, semua warga kami anggap terpapar semua. Karenanya kami berlakukan lockdown mikro (pembatasan) ini," kata Bambang. Bagi warga yang bekerja, diminta libur. Pihak Padukuhan mengeluarkan surat rekomendasi kepada perusahaan maupun instansi. ( Tribunjogja.com )