Pendidikan
750 Siswa Bakal Ikut ASPD Susulan di DIY
Ujian susulan dibuka untuk memberikan kesempatan bagi siswa yang sebelumnya berhalangan hadir untuk mengikuti tes ASPD.
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sedikitnya 750 calon siswa SMA/SMK di DIY bakal mengikuti tes Asesmen Standarisasi Daerah (ASPD) susulan pada 4-5 Juni mendatang.
Ujian susulan dibuka untuk memberikan kesempatan bagi siswa yang sebelumnya berhalangan hadir untuk mengikuti tes ASPD.
Juga bagi siswa lulusan luar DIY dan siswa lulusan DIY tahun 2020 yang ingin mengikuti Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK di DIY.
Hal ini menjadi penting lantaran nilai ASPD merupakan satu di antara komponen yang akan digunakan dalam seleksi PPDB tahun ajaran 2021/2022.
Baca juga: ASPD Jadi Acuan PPDB, Sekolah Persiapkan Siswa Semaksimal Mungkin
Adapun mata pelajaran yang diujikan dalam ASPD kali ini adalah Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Bahasa Inggris.
“Sebagian besar siswa yang mendaftar berasal dari luar wilayah DIY,” kata Kepala Seksi Perencanaan dan Pendataan Pendidikan; Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY; Suci Rahmadi, Kamis (27/5/2021).
ASPD susulan ini juga bisa dimanfaatkan bagi siswa yang berhalangan hadir karena terinfeksi COVID-19 atau mereka yang sempat menjalani isolasi mandiri.
Terlebih saat ini kasus COVID-19 di DIY masih fluktuatif.
"Bagi siswa yang masuk kategori tersebut diberi kesempatan untuk mengikuti ujian ASPD susulan yang rencananya digelar selama dua hari 4-5 Juni di SMK Negeri 2 dan SMK Negeri 3 Yogya," jelasnya.
Selain itu, Disdikpora DIY memang membuka peluang bagi siswa di sekolah-sekolah perbatasan DIY dan Jawa Tengah untuk mendaftar PPDB.
“Setelah itu tidak lagi ada kesempatan untuk mengikuti ujian ASPD. Yang tidak mengikuti ASPD kami anggap tidak ingin masuk sekolah negeri. Berarti maunya ke sekolah swasta,” papar Suci.
Suci menjelaskan, tahun ini Disdikpora DIY memutuskan untuk menggunakan nilai Asesmen Standar Pendidikan Daerah (ASPD) sebagai salah satu alat seleksi PPDB.
Baca juga: Pastikan Proses Dijalankan, Forpi Agendakan Pemantauan Pelaksanaan ASPD di Kota Yogya
Di tahun sebelumnya, nilai rapot siswa sempat digunakan sebagai alat seleksi PPDB. Namun keputusan itu mendapat penolakan karena pemberian nilai rapot di sekolah-sekolah belum terstandar.
"Karena itu ASPD jadi salah satu alat ukur yang paling fair dan terstandar," ucapnya.
Selain nilai gabungan ASPD dan rapor, prestasi non akademik juga akan diperhitungkan.