KRONOLOGI Penularan Covid-19 Klaster Padukuhan Ngaglik Sleman RT 1 dan RT 2
Penularan Covid-19 Klaster Padukuhan Ngaglik RT 1 dan RT 2 Desa Caturharjo, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman jadi atensi pemerintah.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Iwan Al Khasni
Data Tribun Jogja, setidaknya ada 6 ambulans yang membawa 25 orang menuju Fasilitas Kesehatan Darurat COVID-19 (FKDC) Asrama Haji.
Sementara, 3 orang lainnya dirujuk ke RS, 2 perempuan menyusui dan sisanya isolasi mandiri.
“Yang isoman itu karena mereka juga menunggu orang tua yang sudah sepuh, kebetulan terpapar Covid-19. Jadi, orang-orang yang terjangkit sebenarnya sudah tidak di sini. Semua di asrama haji,” tandasnya.
Dia berharap, semua warga yang terjangkit Covid-19 bisa kembali sehat dan beraktivitas.“Kami juga sudah menerapkan jam malam. Jam 20.00 sudah tidak ada yang keluar,” tandasnya.
Adanya klaster kampung yang muncul di Padukuhan Ngaglik, Desa Caturharjo, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman berdampak kepada warga sekitar.
Dukuh Ngaglik, Agung Wahyu Riyanto menceritakan, banyak warga yang mengeluh lantaran kasus Covid-19 di kampungnya terekspos.
“Saya meluruskan dulu. Di Padukuhan Ngaglik, di RW ini ada 4 RT, yakni RT 1, RT 2, RT 3 dan RT 4. Warga yang terkena Covid-19 itu ada di RT 1 dan RT 2,” jelas Agung kepada Tribun Jogja, Selasa (25/5/2021).
Banyaknya pemberitaan terkait warga Padukuhan Ngaglik yang terkena Covid-19 membuat sejumlah warga yang tidak terjangkit tidak bisa bekerja. Hal ini karena tempat kerja mereka meminta cukup banyak syarat yang menyatakan bahwa mereka sehat dan bebas virus corona.
“Tadi, sudah ada warga yang mengeluh tidak boleh masuk kerja. Kantornya tahu dia tinggal di daerah klaster Covid-19. Kalau tidak kerja, bagaimana dia bisa mendapatkan uang,” tanyanya.
Maka dari itu, dia memastikan bahwa warga yang saat ini terjangkit virus corona hanya di RT 1 dan RT 2.
“Untuk RT 3 dan RT 4, itu mereka masuk di zona hijau. RT 1 itu memang zona merah, sementara RT 2 adalah zona oranye. Namun warga RT yang di zona hijau juga terkena imbas jadinya,” tambahnya.
Agung juga memastikan, warga yang terkena Covid-19 juga sudah berada di asrama haji, dibawa oleh 6 ambulans. “Di sini sudah tidak ada yang terjangkit corona. Semua sudah dikarantina,” tandasnya. ( Tribunjogja.com | Tribunjogja.com | Ardhike Indah )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/inilah-jumlah-pasien-virus-corona-di-wilayah-daerah-istimewa-yogyakarta.jpg)