Erupsi Gunung Merapi

Update Gunung Merapi 25 Mei 2021, Terjadi Guguran Lava Pijar 4 Kali Pagi Ini

Pada periode pengamatan pagi ini pukul 00.00-06.00 WIB, teramati 4 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur  1.500 m ke arah barat daya.

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Gaya Lufityanti
Dokumentasi BPPTKG
Hujan di puncak Merapi tanggal 24 Mei 2021 terjadi mulai pukul 15.50-17.15 WIB dengan intensitas curah hujan 11 mm/jam. Hujan juga dilaporkan terjadi di pos-pos pengamatan Gunung Merapi. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi (2.968 mdpl) di perbatasan DIY dan Jawa Tengah masih terus menunjukkan aktivitas erupsi hingga pagi ini (Selasa, 25/5/2021).

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menyampaikan pada periode pengamatan pagi ini pukul 00.00-06.00 WIB, teramati 4 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur  1.500 m ke arah barat daya.

"Gunung jelas hingga kabut 0-I. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 100 m di atas puncak kawah," lanjut Hanik, Selasa (25/5/2021).

Baca juga: BREAKING NEWS : Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 1500 Meter Siang Tadi

Pada periode ini, cuaca Merapi cerah, berawan, dan mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat.

Suhu udara 15-21°C, kelembaban udara 72-90 persen, dan tekanan udara 569-708 mmHg.

Aktivitas kegempaan yang terjadi di antaranya 34 gempa guguran, 4 gempa hembusan, 1 gempa hybrid/fase banyak, dan 1 gempa tektonik jauh.

Hanik menyampaikan, Gunung Merapi sampai saat ini masih berstatus siaga (level III).

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.

Baca juga: Minggu Malam, Merapi Muntahkan Guguran Lava Pijar Tiga Kali Sejauh 1,5 Km

"Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," ungkap Hanik.

Ia menambahkan, penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam kawasan rawan bencana (KRB) III direkomendasikan untuk dihentikan.

Selain itu, pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," tandas Hanik. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved