Breaking News:

Sumber Air Bersih Terancam, Warga Padukuhan Ngablak Bantul Terus Tolak Perluasan TPST Piyungan

Untuk kesekian kalinya, warga Padukuhan Ngablak, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul kembali mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Miftahul Huda
Ketua Komunitas Pemulung TPST Piyungan Maryono 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Untuk kesekian kalinya, warga Padukuhan Ngablak, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul kembali mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY.

Mereka kembali menyuarakan penolakan pembebasan lahan untuk keperluan perluasan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Bantul, Selasa (25/5/2021).

Ketua Komunitas Pemulung TPST Piyungan Maryono mengatakan, sebagai orang yang mewakili puluhan pemulung dan masyarakat asli Padukuhan Ngablak, dirinya menolak tegas upaya pemerintah untuk memakai lahan di sisi Barat TPST tersebut.

Ia menjelaskan, ada sekitar lima Rukun Tetangga (RT) dengan total warga masyarakat sekitar 300 kepala keluarga (KK).

Baca juga: BREAKING NEWS: Positif Covid-19, 25 Warga Ngaglik Caturharjo Sleman Dijemput Ambulans Ke Asrama Haji

Mereka menolak apabila lahan di sisi Barat milik warga dibebaskan untuk perluasan TPST Piyungan.

"Kami semua menolak. Sosialisasi sudah dua kali di kelurahan tapi belum ada titik temu," katanya, usai diskusi dengan Komisi C DPRD DIY dan instansi terkait, Selasa siang.

Alasan penolakannya masih sama seperti pemberitaan kemarin yakni, masyarakat Padukuhan Ngablak menganggal lahan yang akan dibebaskan merupakan lahan hijau yang menjadi jalur irigasi pertanian, kedua di sekitar lahan tersebut masih banyak pemukiman warga sehingga dengan adanya perluasan dampak bau busuk yang dihasilkan semakin menggangu, ketiga ada sumber air bersih di sekitar lahan yang akan dipakai untuk perluasan TPST.

"Boleh silahkan diperluas tapi di sebelah Timur. Karena kemarin di Timur kan ada sekitar 1,9 hektare. Di sana lindinya sudah jadi satu. Lahan sisi Timur juga lahan tandus dan banyak Sultan Ground juga di sisi Timur itu, silahkan," jelas dia.

Alasan lain penolakan pembebasan lahan itu juga lantaran Maryanto menganggap jika sisi Barat diperluas, maka sumber air bersih akan sedikit bahkan bisa saja hilang.

Dampaknya, masyarakat Padukuhan Ngablak akan semakin kesulitan mencari air bersih apabila perluasan TPST itu tetap dilakukan di sisi Barat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved