Breaking News:

Kabupaten Bantul

Sebanyak 126 Wisatawan Tersengat Ubur-ubur di Pantai Parangtritis, Tim SAR Minta Wisatawan Hati-hati

Kemunculan ubur-ubur bukanlah hal yang baru. Sebab setiap tahun, terutama bulan Juni dan Juli, ubur-ubur akan muncul. 

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
internet
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM. BANTUL - Ubur-ubur mulai muncul di Pantai Parangtritis, Bantul.

Dampaknya, banyak wisatawan yang tersengat ubur-ubur.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah III Parangtritis, Ali Sutanta mengatakan ubur-ubur mulai muncul sejak Sabtu (22/05/2021) lalu.

Kemunculan ubur-ubur bukanlah hal yang baru.

Sebab setiap tahun, terutama bulan Juni dan Juli, ubur-ubur akan muncul. 

Baca juga: Pertolongan Pertama Jika Tersengat Ubur-ubur Pantai Selatan Yogyakarta

"Mulai muncul sejak tiga hari yang lalu. Memang setiap tahun pasti muncul, karena air laut dingin. Biasanya (muncul) awal Juni atau Juli,"katanya, Selasa (25/05/2021).

Ubur-ubur yang muncul di Pantai Parangtritis kemudian menyengat wisatawan yang asyik bermain air.

Sejak Sabtu (22/05) hingga Senin (24/05) ada 126 wisatawan yang tersengat ubur-ubur. 

Secara detail Ali menyebut ada 25 wisatawan yang tersengat pada Sabtu (22/05) lalu.

Kemudian pada Minggu (23/05) ada 35 wisatawan yang tersengat ubur-ubur.

Puncaknya pada Senin (24/05) korban sengatan ubur-ubur mencapai 66 wisatawan.

"Paling banyak Senin (24/05), karena ramai (wisatawan). Untuk hari ini belum ada yang tersengat, karena masih sepi,"ujarnya. 

Baca juga: Musim Ubur-ubur, Tim SAR Gunungkidul Imbau Wisatawan Waspada

Ia menerangkan bagian ubur-ubur yang menyengat dan beracun adalah tentakelnya.

Jika tersengat yang dirasakan adalah gatal, perih, hingga nyeri persendian. 

Meski sudah banyak yang tersengat, belum ada wisatawan yang harus dilarikan ke rumah sakit.

Pihaknya sudah memiliki tim untuk membantu wisatawan yang tersengat. 

"Makanya kami selalu mengimbau pengunjung agar berhati-hati dengan ubur-ubur. Kami sampaikan kalau ada gelembung berwarna biru jangan buat mainan. Selama ini yang paling banyak kena anak-anak. Tetapi tidak ada yang parah, kami bisa mengobati,"terangnya. 

Setiap harinya ada 20 petugas SAR yang siap membantu wisatawan yang tersengat ubur-ubur. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved