Breaking News:

Selain Zona Merah, Siswa SD dan SMP di Sleman Bisa Belajar Tatap Muka Pada Tahun Ajaran Baru 

Pemerintah Kabupaten Sleman, melalui Dinas Pendidikan tengah mempersiapkan untuk melakukan ujicoba kegiatan belajar mengajar (KBM)

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
dok.istimewa
ilustrasi berita pendidikan 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman, melalui Dinas Pendidikan tengah mempersiapkan untuk melakukan ujicoba kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka terbatas, tingkat SD dan SMP, pada tahun ajaran baru mendatang.

Ujicoba dilakukan serentak. Artinya, langsung digelar disemua sekolah. Kendati demikian, dalam pelaksanaan nantinya tetap mempertimbangkan peta zonasi penularan Covid-19 di wilayah. 

Baca juga: Setahun Tutup, Umbul Cokro Klaten Buka Kembali, Pengunjung: Kami Senang Akhirnya Buka Lagi

"Belajar tatap muka kami persiapkan ditahun ajaran baru. Kita akan melaksanakan serentak, disemua sekolah yang siap, dan bukan sekolah yang zona merah," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman, Ery Widaryana, saat meninjau pelaksanaan Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) SD Rejodani, Senin (24/5/2021). 

Menurut dia, pelaksanaan ujicoba belajar tatap muka dengan memperhatikan keberadaan sekolah. Bagi sekolah yang tidak memungkinkan, kerena berada di wilayah zona merah, maka tidak diperbolehkan tatap muka.

Aturannya, kata Ery, untuk Sekolah Dasar memperhatikan peta zonasi  Padukuhan, sementara SMP memperhatikan peta zonasi Kalurahan. 

Pelaksanaan dilakukan secara terbatas. Dalam seminggu, siswa hanya diperbolehkan masuk ke sekolah dua kali. Itu pun separuh atau kapasitas maksimal 50 persen, dengan dibagi sift secara bergiliran. 

"Maksimal pembelajaran, untuk SD hanya dua jam. Kalau SMP waktunya 3 Jam," kata dia. 

Baca juga: Pantau ASPD SD, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo: Berjalan Baik dan Sudah Sesuai Prokes

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan sejauh ini, pelbagai persiapan untuk melakukan pembelajaran tatap muka sudah dilakukan.

Di awali asesmen standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) yang menghadirkan siswa ke sekolah dan dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat. Ia berharap, semua bisa berjalan lancar. 

"Harapannya, setelah ASPD ini, anak-anak bisa diteruskan untuk belajar luring. Persiapan, sudah siap semua. Rencana, tahun ajaran baru, kita mau membuka (sekolah) semua," tutur Kustini.

Menurut dia, siswa sekolah sudah terlalu lama belajar jarak jauh. Karenanya, pada tahun ajaran baru mendatang, rencananya akan dimulai untuk belajar tatap muka dengan menerapkan prokes ketat. (rif)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved