Breaking News:

Tol Yogya Solo

Satker PJBH Sebut Pembayaran Ganti Untung Tol Yogya-Solo di Temanggal 2 Sudah Capai 90 Persen

Proses pembayaran ganti untung lahan terdampak tol Yogya-Solo yang berada di Padukuhan Temanggal 2, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
Jasa Marga
ILUSTRASI - Proyek Tol Yogyakarta-Bawen-Solo 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Proses pembayaran ganti untung lahan terdampak tol Yogya-Solo yang berada di Padukuhan Temanggal 2, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman sudah mencapai 90 persen dinyatakan selesai.

Tim satuan kerja (satker) Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Kementerian PUPR trase tol Yogya-Solo pun terus mengejar target pembayaran ganti untung lahan terdampak.

Staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PJBH Kementerian PUPR Galih Alfandi mengatakan saat ini pembayaran ganti untung lahan terdampak tol Yogya-Solo masih sampai di dua dukuh yakni Kadirojo 2 dan Temanggal 2.

Baca juga: Terima Info Banyak Tenaga Pendidik Belum Divaksin, Legislatif Kulon Progo Minta Vaksinasi Dipercepat

"Dua dukuh itu kekurangannya sedikit sih. Saya lupa angkanya, tapi lebih dari separuh yang sudah dibayarkan. Udah 90 persennya," katanya, kepada Tribun Jogja, Senin (24/5/2021).

Untuk total luasan lahan terdampak tol di Temanggal 2 dikatakan Galih sekitar 294 bidang.

Beberapa pemilik lahan yang belum dibayar ganti untung lantaran dari tim Satker masih menunggu Surat Perintah Pembayaran (SPP) ke Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

Terakhir pihak Satker mengajukan 11 pemilik lahan terdampak proyek tol Yogya-Solo.

"Setelah dokumen itu valid maka pencairan dana ganti untung akan diberikan," jelas dia.

Baca juga: BKN Temukan 97 Ribu Data PNS Fiktif, Ini Tanggapan BKD DIY

Begitu pembayaran ganti untung di Dukuh Temanggal 2 dan Kadirojo 2 selesai, Galih menjelaskan pembayaran ganti untung akan berlanjut ke Dukuh Temanggal 1, Kadirojo 1 dan Cupuwatu 1.

Seharusnya pembayaran di tiga dukuh tersebut dikatakan olehnya simultan pada bulan berikutnya.

"Ini masih terus bergerak, harapannya segera selesai," pungkasnya. (hda)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved