Pembangunan Pelabuhan Gesing di Gunungkidul Masuk Tahap Pengadaan Lahan

Pembangunan pelabuhan perikanan Gesing di Gunungkidul telah memasuki tahap pengadaan lahan. Proyek pembangunan tersebut rencananya membutuhkan

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
IST
Foto Satelit Pantai Gesing 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yuwantoro Winduajie

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pembangunan pelabuhan perikanan Gesing di Gunungkidul telah memasuki tahap pengadaan lahan.

Proyek pembangunan tersebut rencananya membutuhkan lahan seluas 15 hektare dan dana sebesar Rp 120 miliar.

Dari total luas lahan tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) DIY perlu mengadakan lahan seluas 4,6 hektare yang akan dimanfaatkan sebagai zona inti pelabuhan.

Baca juga: Dinas Pariwisata DIY Akan Luncurkan 25 Paket Wisata Khusus untuk Menggerakan Ekosistem Pariwisata

Adapun proses pengadaan lahan ditargetkan selesai pada Agustus 2021 mendatang.

"Dari 4,6 hektare, 2 hektare-an untuk kolam pelabuhan atau tempat berlabuh kapal. Yang lain untuk fasilitas seperti tempat pelelangan ikan dan perkantoran. Jadi yang sifatnya pendukung operasional," jelas Kepala Dislautkan DIY, Bayu Mukti Sasongka kepada Tribun Jogja, Senin (24/5/2021).

Selain pengadaan lahan, di tahun ini pihaknya juga harus menyelesaikan penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan Analisis Dampak Lingkungan (Amda) pembangunan pelabuhan.

Sehingga pembangunan fisik bisa direalisasikan pada 2022 dan di awal tahun 2023, pelabuhan tersebut dapat segera beroperasi.

Bayu melanjutkan, proyek ini dibangun untuk mendukung visi Gubernur DIY tahun 2017-2022 yakni menjadikan laut selatan sebagai pintu muka DIY.

"Tahun ini harus menyelesaikan DED dan Amdal. Sudah jalan semua proses ini," jelasnya.

Menurutnya, secara geografis, lokasi pembangunan pelabuhan Gesing jauh lebih strategis dibandingkan pelabuhan Adikarto di Kulon Progo yang sempat mangkrak bertahun-tahun.

Di pelabuhan Gesing, pihaknya tak perlu membangun pemecah ombak seperti halnya di Pelabuhan Adikarto.

"Bridge water-nya sudah dari alam, sehingga nanti hanya kolam pelabuhan akan dikeruk jadi tidak perlu ada breakwater ," paparnya. 

Dengan adanya pelabuhan ini diharapkan dapat mengoptimalkan hasil tangkapan nelayan di DIY.

Bayu menjelaskan, di wilayah pengelolaan perikanan (WPP) 573 yakni dari ujung barat Jawa hingga Nusa Tenggara Timur (NTT), potensi sumber daya kelautan dan perikanannya hampir mencapai 1 juta ton per tahun.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved