Breaking News:

Lima Bulan Terakhir, Satpol PP DIY Tutup 158 Tempat Usaha Karena Langgar Prokes

Lima Bulan Terakhir, Satpol PP DIY Tutup 158 Tempat Usaha Karena Langgar Prokes

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM / Yuwantoro Winduajie
Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 158 tempat usaha di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak Januari sampai Mei 2021 telah ditutup operasionalnya oleh bidang penengakan hukum Satgas Covid-19 DIY.

Tempat usaha tersebut ditutup lantaran sudah tiga kali mendapat teguran untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) namun tetap tidak dijalankan oleh pemilik usaha.

Koordinator bidang penegakan hukum satgas Covid-19 DIY Noviar Rahmad mengatakan, pandemi tahun kedua saat ini dinilai masih banyak dijumpai para pemilik usaha yang belum tertib mematuhi prokes yang telah ditentukan.

Melalui ketentuan dalam surat edaran Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X tentang perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro, seharusnya menurut Noviar mampu meningkatkan kesadaran masyarakat.

"Namun tetap saja masih banyak yang belum memahami itu. Kami selaku penegak perda ya akan terus melakukan rangkaian operasi dan penertiban," katanya, kepada Tribun Jogja, Senin (24/5/2021).

Baca juga: Satpol PP DI Yogyakarta Akan Sidak Pusat Perbelanjaan yang Melebihi Kapasitas Pengunjung 

Baca juga: Wawancara Eksklusif : Kadinkes Gunungkidul Dewi Irawaty Tekankan Kepatuhan Prokes

Ia menambahkan, pengelola tempat usaha mendapatkan sanksi itu karena mereka melanggar ketentuan jam operasional selama PPKM yang dibatasi hingga pukul 20.00 WIB serta kapasitas rumah makan atau restoran yang telah ditentukan.

Sanksi penutupan tempat usaha itu berlaku 3x24 jam. Mayoritas yang mendapat sanksi yakni tempat usaha di antaranya rumah makan dan kafe yang ada di wilayah DIY.

"Jadi sebelum ditutup itu kami beri surat teguran tiga kali. Begitu tidak dijalankan, ya itu yang kami tutup. Totalnya 158 sepanjang Januari sampai 22 Mei," jelasnya.

Selain penutupan operasional tempat usaha, pihaknya telah menyita 337 KTP para pelanggar prokes yang terjaring razia sebanyak tiga kali berturut-turut.

Tak hanya itu, di tahun kedua pandemi Covid-19 di DIY kali ini total ada 9.006 kerumunan yang telah dibubarkan oleh para penegak hukum tersebut.

"Teguran atau pembubaran itu ada 9.006 sepanjang Januari sampai Mei. Ya cukup banyak," pungkasnya.(Tribunjogja/Miftahul Huda)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved