Kabupaten Bantul

Pemkab Bantul Gencarkan Sosialisasi, 79 KK Sudah Daftar Program Transmigrasi

Pemkab Bantul Gencarkan Sosialisasi, 79 KK Sudah Daftar Program Transmigrasi

TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma
Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bantul, Istirul Widilastuti 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Setelah sempat mandek akibat pandemi COVID-19, program transmigrasi akan dilaksanakan kembali.

Sebelum program transmigrasi dilaksanakan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul menggencarkan sosialiasi kepada masyarakat.

Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Bantul, Istirul Widilastuti mengatakan sosialisasi perlu dilalukan karena masyarakat mengira program transmigrasi dihentikan akibat pandemi COVID-19.

Agar informasi terkait program transmigrasi dapat diterima secara merata, pihaknya akan sosialisasi ke padukuhan-padukuhan. 

"Karena sebagian masyarakat mengira program transmigrasi sudah tidak ada lagi. Sehingga kami perlu melakukan penyuluhan ketransmigrasian hingga tingkat Padukuhan,"katanya, Minggu (23/05/2021).

Pihaknya menargetkan ada 12 padukuhan yang menjadi sasaran sosialisasi.

Hingga saat ini Disnakertrans Kabupaten Bantul telah melakukan sosialisasi di 8 padukuhan. 

Baca juga: Tahun Ini, Pemkab Sleman Siap Berangkatkan 15 Keluarga Transmigrasi ke Empat Provinsi 

Baca juga: Tertunda Karena Pandemi, 20 Keluarga di Bantul Bakal Berangkat Transmigrasi Tahun ini

Selain menyampaikan informasi syarat-syarat transmigrasi, ia juga memberikan gambaran lokasi transmigrasi kelak.

Sehingga peserta yang mendaftar mengerti gambaran lokasi transmigrasi.

"Sudah ada 8 padukuhan yang kami datangi. Kami sampaikan informasi ketransmigrasian, misalnya peserta harus berKTP Bantul, sudah berkeluarga, usia maksimal 55 tahun, dan lain-lain. Kami juga sampaikan gambaran lokasi dan kondisi daerah tujuan,"terangnya. 

Berkat gencarnya sosialisasi, saat ini sudah ada sekitar 79 KK yang mendaftar transmigrasi.

Sebelum diberangkatkan, keluarga yang dinyatakan lolos akan menjalani serangkaian pelatihan.

Mulai dari pengolahan lahan hingga perikanan. Dengan pelatihan tersebut diharapkan peserta dapat menerapkan ilmunya di daerah tujuan. 

"Tentu sebelum berangkat, calon peserta harus dibekali dengan berbagai pelatihan. Sehingga nanti diterapkan saat di lokasi. Tetapi nanti jumlah peserta yang berangkat tergantung kuota dari DIY, jadi tidak semua berangkat,"ujarnya. 

Rencananya peserta transmigrasi Bantul akan diberangkatkan ke Paser (Kalimantan Timur), Muna (Sulawesi Tenggara), Mahalona (Sulawesi Selatan), dan Mamuju (Sulawesi Barat).

"Pemberangkatan paling cepat nanti antara September sampai Desember. Tetapi untuk prosesnya sudah kita awali dari sekarang,"tutupnya. (Tribunjogja/Christi Mahatma Wardhani)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved