Tahun Ini, Pemkab Sleman Siap Berangkatkan 15 Keluarga Transmigrasi ke Empat Provinsi
Pemerintah Kabupaten Sleman siap memberangkatkan 15 Kepala Keluarga (KK) calon transmigran (catrans) ke empat provinsi.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman siap memberangkatkan 15 Kepala Keluarga (KK) calon transmigran (catrans) ke empat provinsi.
Rinciannya, 3 KK ke Kabupaten Mamuju Tengah Provinsi Sulawesi Barat, 5 KK ke Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan, 3 KK ke Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara dan ke Kabupaten Paser Kalimantan Timur 4 Kelurga.
Kabid Pelatihan dan Transmigrasi, Dinas Tenaga Kerja Sleman, Dyah Pawestri mengatakan 15 KK itu rencananya akan diberangkatkan pada akhir tahun mendatang.
"Kalau normal, kemungkinan berangkat November-Desember," kata dia, Kamis (15/4/2021).
Baca juga: Dibangun Ulang, Masjid Al Mustaqim Bantul Kini Ramah Difabel dan Lansia
Menurut Dyah, keluarga yang akan diberangkatkan, sebagian adalah pendaftar pada tahun sebelumnya.
Sebab, pada tahun 2020, dari Pemerintah Pusat menunda pelaksanaan transmigrasi sehingga tidak ada penempatan.
Rencananya, tahun ini baru akan diberangkatkan, dengan ditambah pendaftar baru.
Penduduk semakin padat. Sedangkan lahan semakin sempit. Sebab itu, warga di Bumi Sembada yang berminat transmigrasi, diakui Dyah, sekarang cukup banyak.
Namun, kebanyakan menginginkan penempatan di Pulau Sumatera. Hal itu karena Sumatera dianggap pulau yang letaknya cukup dekat dengan Jawa.
Selain itu, Sumatera menjadi favorit karena sudah menjadi langganan penempatan transmigrasi dari Jawa, sehingga banyak saudara, dan dianggap sudah bernuansa Jawa.
Padahal, ditempatkan di mana pun menurut Dyah, sama saja. Sebab, sebelum diberangkatkan, pemerintah pusat melalui Kemendes sudah lebih dulu membangun permukiman.
"Jadi penempatan tergantung kuota dari Pusat. Membangun permukiman di mana. Kami nanti tinggal mengirimkan orangnya," ujar dia.
Setiap keluarga yang mengikuti program transmigran diberikan hak berupa lahan rumah dan pekarangan seluas setengah hektar.
Lalu diberikan juga lapangan pekerjaan dan tempat usaha. Pekerjaan utama yaitu bertani.
Soal logistik, masing-masing keluarga mendapat bantuan jadup selama 12 bulan sebelum masa panen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-sleman_20180731_185753.jpg)