Breaking News:

Superball

Asprov PSSI DIY Belum Bisa Pastikan Liga 3 Digelar Musim Ini

Ketua Umum Asosiasi Provinsi PSSI DIY, Ahmad Syauqi Soeratno menegaskan belum ada informasi soal adanya kompetisi Liga 3 yang akan digelar tahun 2021.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Taufiq Syarifudin
Ahmad Syauqi Soeratno memberikan sambutan di acara kongres Askot PSSI Kota Yogyakarta, Minggu (23/5/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ketua Umum Asosiasi Provinsi PSSI DIY, Ahmad Syauqi Soeratno menegaskan belum ada informasi soal adanya kompetisi Liga 3 yang akan digelar tahun 2021 ini.

Sebelumnya, klub Liga 3 asal Yogyakarta, Persiba Bantul telah melakukan latihan perdananya untuk persiapan Liga 3 pada bulan April lalu, dan akan dilanjutkan besok Senin (24/5/2021).

"Liga 3 DIY itu masih menunggu kepastian program dan regulasi dari PSSI pusat, formatnya seperti apa, kapan, dan ketentuan tentang promosi degradasi kompetisi di atasnya yang berpengaruh pada Liga 3. Jadi hari ini Asprov belum bisa menyampaikan kepada anggota yang nanti berkompetisi di Liga 3," ujar Syauqi saat diwawancarai wartawan seusai menghadiri kongres Askot PSSI Kota Yogyakarta, Minggu (23/5/2021).

Baca juga: Askot PSSI Kota Yogyakarta Tetapkan Susanto dan Agung Damar Sebagai Calon Tunggal Ketum

Soal ada klub yang sudah berlatih, Syauqi mengklaim jika para pemilik klub tersebut mengarahkan fokusnya untuk pembinaan pemain sepak bola usia muda.

Ia juga mempersilakan bagi klub yang memang ingin melakukan latihan bersama dengan pemain-pemain lamanya, namun ia menyayangkan jika klub tersebut terlalu terburu-buru latihan dengan pemain rekrutan baru.

"Artinya mereka punya konsekuensi untuk mengeluarkan biaya yang besar untuk latihan, kontrak pemain baru, apalagi ternyata jadwal sepak mula Liga 3 mundur-mundur, berapa biaya yang harus ditanggung?" jelasnya.

Lalu apakah Asprov tidak ada kompetisi di tengah pandemi COVID-19?

Syauqi menyebut hal itu bisa saja dilaksanakan, namun konsekuensi dari kompetisi yang akan dijalankan di Liga 3 -yang termasuk kategori amatir- harus bisa menggunakan skema gelembung dalam prakteknya.

Dan hal itu akan  berbuntut pada membengkaknya anggaran klub untuk mengkondisikan para pemainnya.

Baca juga: Bakal Calon Askot PSSI Yogyakarta, SDA-ADK akan Fokus Kelola Sepak Bola pada 3 Hal Ini

"Nah kalau liga profesional (Liga1) kemarin diuji coba lewat Piala Menpora 2021, lebih terukur dan terkelola. Para pemain masuk ke hotel karantina, tidak boleh pergi-pergi. datang ke tempat latihan dan pertandingan sudah disterilkan, balik lagi, begitu seterusnya," ucap Syauqi.

"Kalau di Liga 3, pemainnya ada yang dari sekolah, tempat kerja, datang ke pertandingan, terus pulang ke rumah, ketemu saudara-saudaranya. tiga hari main lagi, apakah bisa dilaksanakan? Selama semua serius memang bisa, tapi tetap ada konsekuensi, biayanya mahal," imbuhnya.

Ia berharap kejelasan soal format dan jadwal segera turun dari PSSI selepas kongres dilaksanakan.

Baginya hal tersebut tidak bisa dijawab dengan cara mengawang-ngawang.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved