Erupsi Gunung Merapi

Pengamatan Seminggu Terakhir, BPPTKG: Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Masih Cukup Tinggi

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, mengatakan aktivitas vulkanik Gunung Merapi

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Kurniatul Hidayah
Dok BPPTKG
Awan panas guguran Gunung Merapi terjadi tanggal 21 Mei 2021 pukul 07.05 WIB amplitudo 18 mm dan durasi 90 detik dengan jarak luncur 1.200 meter ke barat daya. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, mengatakan aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi hingga kini.

Aktivitas tersebut berupa aktivitas erupsi efusif. Oleh karena itu, status aktivitas Gunung Merapi masih ditetapkan dalam tingkat siaga.

"Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan–barat daya meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara, yaitu Sungai Gendol sejauh 3 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak," tutur Hanik, Sabtu (22/5/2021).

Baca juga:  ASPD SD di Sleman, Sekolah Atur Alur Kedatangan dan Pulang Siswa 

Hal itu disimpulkan Hanik dari beberapa indikator aktivitas Gunung Merapi dalam seminggu terakhir, yakni 14-21 Mei 2021.

Di antaranya, awan panas guguran selama periode tersebut terjadi sebanyak 7 kali dengan jarak luncur maksimal teramati sejauh 2.000 m ke arah barat daya dan terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimal 56 mm dan durasi 170 detik.

Selain itu, guguran lava teramati sebanyak 58 kali dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter ke arah barat daya dan 1 kali ke arah tenggara dengan jarak luncur 800 m.

Volume kubah lava di sektor barat daya sebesar 1.284.000 m3 dengan laju pertumbuhan 11.700 m3/hari.

Hanik melanjutkan, analisis morfologi area puncak berdasarkan foto dari sektor tenggara tanggal 20 Mei terhadap tanggal 16 Mei 2021 tidak menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan.

"Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih rendah dibandingkan minggu lalu," ungkap Hanik.

Baca juga: The Sailors Rilis ‘Jeda’, Projek Kangen yang Sempat Tertunda dengan Illona Acintyajovita

Sementara, deformasi atau penggembungan permukaan tubuh Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM dan GPS pada minggu ini tidak menunjukkan adanya perubahan yang signifikan.

"Tidak dilaporkan terjadi hujan, lahar, maupun penambahan aliran di sungai–sungai yang berhulu di Gunung Merapi," tandas Hanik.

Adapun cuaca di sekitar Gunung Merapi dalam seminggu terakhir umumnya cerah pada pagi dan malam hari, sedangkan siang hingga sore hari berkabut. (uti) 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved