Paket Makanan Misterius Berujung Maut

Keluarga Pengirim Sate Maut Bertemu Pengemudi Ojol, Penasehat Hukum Bakal Ungkap Fakta di Pengadilan

asus paket sate racun sianida yang menewaskan Naba Faiz Prasetya dan melibatkan NA sebagai tersangka utama.

Tribunjogja.com | Kompas
Kolase foto tersang NA dan Bandiman pengemudi ojek online 

TRIBUNJOGJA.COM Bantul --- Kasus paket sate racun sianida yang menewaskan Naba Faiz Prasetya, bocah sekolah dasar anak Bandiman pengemudi ojek online memasuki babak baru.

Pihak keluarga tersangka NA (25), bertemu dengan keluarga Bandiman untuk meminta maaf karena akibat peristiwa itu putra bungsu Bandiman, Naba (10) meninggal.

Polisi saa melakukan penyelidikan terkait kasus Paket Sate Bakar di Bantul
Polisi saa melakukan penyelidikan terkait kasus Paket Sate Bakar di Bantul (Dok Polsek Sewon | Ilusrasi paket sate)

Penasehat Hukum Bandiman, Chandra Siagian menyebut orangtua NA telah mengunjungi kliennya.

"Kamis (20/05) kan mengunjungi NA, setelah dari Polres (Bantul) ke tempat kami (rumah Bandiman),"katanya.

Keluarga NA yang menjenguk terdiri dari ayah, ibu dan Kepala Desa di Majalengka.

Pertemuan dengan keluarga Bandiman sendiri dalam rangka permintaan maaf keluarga atas perbuatan NA.

"Ya permohonan maaf, sebagai orangtua tersangka,"tutupnya.

Sedangkan dari sisi tersangka NA.

Penasihat hukum NA, R. Anwar Ary Widodo dirinya dan timmnya sudah mendampingi tersangka sejak 10 Mei 2021.

Pihaknya selalu berkomunikasi secara intens dengan NA maupun keluarga NA di Majalengka.

Anwar mengatakan pihaknya akan menghormati proses hukum yang saat ini sedang berjalan.

Untuk menghormati proses hukum tersebut, ia tidak akan pernah membuka fakta-fakta hukum terkait kasus kliennya di luar persidangan.

Menurut dia, tempat yang tepat untuk mengungkap fakta-fakta hukum adalah di persidangan.

Polisi ungkap kasus sate maut di Bantul di Mapolres Bantul, Senin (03/05/2021)
Polisi ungkap kasus sate maut di Bantul di Mapolres Bantul, Senin (03/05/2021) (Kolase Tribunjogja.com | Kompas.com | Christi Mahatma | Markus Yuwono)

"Kami akan bersikap profesional, tidak menggiring opini, membuat opini, atau membuat argumentasi yang tidak jelas arah tujuannya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved