Breaking News:

Kisah Inspiratif

Cerita Pelaku Ekonomi Kreatif Yogyakarta Berjuang di Tengah Pandemi : 6 Bulan Tanpa Pendapatan

Sejak ada pandemi, omset usaha yang telah dirintis sejak 26 Agustus 2018 itu merosot tajam.

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Menparekraf Sandiaga Uno saat melihat stand Chooby Pie Salak dalam Kegiatan bertemu pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Puri Mataram, Tridadi, Sleman.  

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pandemi Coronavirus disease-2019 (COVID-19) memukul dan menggerus pendapatan para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Sleman.

Sejak pandemi datang, roda industri hampir mati suri. Tidak ada pendapatan. 

Hal itu dialami Euis T Yopie, pemilik Chooby Pie Salak--oleh-oleh khas Sleman, yang terbuat dari olahan salak pondoh. 

Kepada Tribunjogja.com, Euis mengungkapkan, penjualan oleh-oleh Chooby Pie Salak sangat bergantung pada kunjungan wisatawan.

Sejak pandemi datang, geliat pariwisata di Bumi Sembada langsung mati.

Baca juga: Taman Pintar Kenalkan Produk UMKM lewat ‘UMKM Gumrebeg’ Lebaran

Otomatis penjualan produk olahan salak langsung sepi. 

"Enam bulan pertama (sejak adanya corona), sama sekali tidak ada pendapatan," katanya, mengawali cerita, Kamis (20/5/2021). 

Bukan tidak ada usaha, Euis mengaku mencoba beragam cara, agar tetap bisa bertahan di tengah keterpurukan.

Di antaranya, dengan berjualan online melalui Instagram dan media sosial.

Kemudian, mengajak teman-teman sesama IKM untuk membuka toko bersama. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved