Breaking News:

Kisah Inspiratif

Cerita Pelaku Ekonomi Kreatif Yogyakarta Berjuang di Tengah Pandemi : 6 Bulan Tanpa Pendapatan

Sejak ada pandemi, omset usaha yang telah dirintis sejak 26 Agustus 2018 itu merosot tajam.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Menparekraf Sandiaga Uno saat melihat stand Chooby Pie Salak dalam Kegiatan bertemu pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Puri Mataram, Tridadi, Sleman.  

Selain itu, Ia juga berinovasi dengan membuat paket parcel lebaran.

Lalu, mengajak berkolaborasi dalam penjualan, bagi sesama Industri kecil dan menengah.

"Kita kolaborasi, saling menjualkan produk, dengan teman-teman IKM lain," tuturnya. 

Segala usaha itu, ternyata belum mampu untuk memulihkan keadaan.

Padahal, sebelum pandemi, Euis mengaku setiap bulan dirinya sanggup menjual produk olahan salak pondoh, mencapai 200 - 350 boks atau omzetnya setara Rp 10 juta perbulan. 

Kini, sejak ada pandemi, omset usaha yang telah dirintis sejak 26 Agustus 2018 itu merosot tajam.

Baca juga: Jasa Laundry per Satuan Juga Terdampak Pandemi Covid-19

Bahkan, menurutnya hanya tersisa sekitar 10 persen saja. 

"Kalau bicara omzet, saya sedih banget," ungkapnya.

Chooby Pie Salak memiliki tiga varian rasa yaitu green tea, original dan brownies.

Ia adalah produk olahan salak pondoh, yang stand-nya dilihat dan mendapat dukungan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno saat berkunjung untuk bertemu pelaku ekonomi kreatif di Puri Mataram, Tridadi, Sleman. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved