Breaking News:

Kasus Duo Dukun di Temanggung Tewaskan Bocah SD, Pak Kades Ungkap Soal Ini

bocah berinisial A itu meninggal setelah orang tuanya berinisial M berkonsultasi kepada ahli supranatural B dan H.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
IST
Ilustrasi 

Meninggalnya bocah perempuan berusia tujuh tahun di Dusun Paponan, Desa Bejen, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah menyisakan duka. Bocah berinisial A  meninggal setelah orang tuanya berinisial M berkonsultasi kepada dukun B dan H.

Desa Congkrang, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung
Desa Congkrang, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung (Google)

Laporan TRIBUNJOGJA.COM | Miftahul Huda 

Konsultasi itu dilakukan karena sang bocah dinilai nakal. Ujungnya dukun itu kemudian mengklaim A adalah anak genderuwo dengan pembuktian A disuruh memakan bunga mahoni dan beberapa cabai.

Kepala Desa Bejen, Sugeng mengatakan H dan B sudah menjalankan praktik perdukunannya itu selama lima tahun.

Setiap saat H dan B berkeliling menawarkan jasa ilmu perdukunannya itu ke masyarakat Bejen.

Namun, berdasarkan pengakuan Sugeng tidak ada yang percaya, karena kemampuan H dan B belum terbukti sama sekali di mata masyarakat Bejen.

"Ini kejadian luar biasa buat kami.

"Orang tua korban ini kan sebenarnya juga sama-sama korban.

"Memang dua orang H dan B ini yang bertanggung jawab atas kematian A," katanya, kepada Tribun Jogja, Rabu (19/5/2021)

Ia menambahkan, H dan B sudah membuka praktik perdukunan sekitar lima tahun.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved