Kota Yogyakarta
Masih dalam Suasana Libur Lebaran, Pedagang Malioboro Tetap Buka Meski Selasa Wage
Biasanya pedagang di kawasan itu serentak menutup lapaknya karena ada kegiatan reresik atau bersih-bersih lingkungan Malioboro.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ada yang berbeda dalam momen Selasa Wage di kawasan Malioboro yang bertepatan pada Selasa (18/5/2021) kali ini.
Biasanya pedagang di kawasan itu serentak menutup lapaknya karena ada kegiatan reresik atau bersih-bersih lingkungan Malioboro.
Namun sejak Selasa pagi hingga sore hari tadi, hampir semua pedagang di Malioboro tetap membuka lapaknya.
Alasannya, sejak adanya pelarangan mudik diberlakukan kunjungan wisatawan ke Malioboro mengalami penurunan.
Seorang pedagang di Malioboro, Ida saat dijumpai Tribunjogja.com mengatakan, sejak beberapa hari yang lalu kawasan Malioboro sepi pengunjung.
Baca juga: Pelarangan Mudik Lebaran, Omzet Pengusaha Malioboro Hanya 20 Persen
Hal itu berpengaruh dengan penghasilannya sebagai pedagang aksesoris di selasar Malioboro.
"Dari kemarin sepi, ada penurunan wisatawan. Makanya Selasa wage kali ini tetap buka," ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Deni, seorang pedagang kaos di kawasan ring satu Kota Yogyakarta itu.
Deni menyadari jika setiap Selasa Wage seluruh aktivitas perdagangan di Malioboro dihentikan.
Namun karena dari beberapa hari yang lalu aktivitas wisatawan sepi, dan penghasilannya berkurang, maka pada momen Selasa Wage pasca libur lebaran kali ini ia tetap membuka lapaknya.
"Kemarin kata pak sultan gak apa-apa buka, karena kemarin kan sepi. Dan sekarang juga masih ada momen libur lebaran, jadi ya tetap buka meskipun Selasa Wage," pungkasnya.( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/masih-dalam-suasana-libur-lebaran-pedagang-malioboro-tetap-buka-meski-selasa-wage.jpg)