Breaking News:

Penyekatan Arus Balik

Pelarangan Mudik Lebaran, Omzet Pengusaha Malioboro Hanya 20 Persen

Pendapatan 20 persen itu bersumber dari wisatawan lokal atau sekitaran DIY yang membelanjakan uangnya di kawasan Malioboro selama libur lebaran.

TRIBUNJOGJA/MIFTAHUL HUDA
Suasana kawasan Malioboro yang diprediksikan menjadi tempat wisata di hari terakhir libur lebaran 2021, Minggu (16/5/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perkumpulan Pengusaha Malioboro Ahmad Yani (PPMAY) mengakui telah terjadi penurunan omzet lantaran sepinya wisatawan yang berkunjung ke kawasan Malioboro selama libur lebaran 2021.

Koordinator PPMAY KRT Karyanto Purbohusodo mengatakan, saat ini omzet para pengusaha di kawasan ring satu Kota Yogyakarta itu hanya sebesar 20 persen.

Ia menegaskan, pendapatan 20 persen itu bersumber dari wisatawan lokal atau sekitaran DIY yang membelanjakan uangnya di kawasan Malioboro selama libur lebaran.

"Sepi sekarang ini. Omzet turun tinggal 20 persen saja. Itu karena yang berkunjung hanya wisatawan lokal," katanya, kepada Tribunjogja.com, Minggu (16/5/2021)

Baca juga: UPT Cagar Budaya : Malioboro Super Sepi, Transaksi Pedagang Belum Signifikan

Sementara 80 persen pendapatan bersumber dari wisatawan luar daerah hilang lantaran adanya peraturan larangan mudik dan pembatasan mobilitas kendaraan dari luar daerah.

"Ya kami mengerti itu karena untuk menekan angka COVID-19. Tapi ya dampaknya memang sepi wisatawan," ujarnya.

Karyanto berharap untuk ke depan, tidak ada lagi aturan pembatasan aksesbilitas masyarakat supaya wisatawan luar DIY dapat berkunjung ke Yogyakarta.

"Harapan kami ketika ada libur hari besar jalan itu ya dibuka saja lah, supaya masyarakat bisa berlibur," tegas dia.

Serupa, Ketua Kelompok 10 Paguyuban Tri Darma Malioboro Paul Zulkarnaen mengungkapkan saat ini ia bersama rekan sesama pedagang terus berharap sepuluh hari ke depan ada peningkatan kunjungan wisatawan yang datang ke Malioboro.

"Kami tunggu-tunggu dari H+ 1 lebaran sampai saat ini ternyata kondisi masih sepi. Ya kami tetap bertahan sampai 10 hari ke depan mudah-mudahan momen liburan hari besar ini ada pengaruhnya ke kami," jelasnya.

Baca juga: Malioboro Mulai Dipadati Pengunjung di H+2 Lebaran, Kios dan Lapak Buka

Ia mengklaim seluruh pedagang di kawasan Malioboro telah menjalani vaksinasi.

Oleh karenanya masyarakat diharapkan tidak lagi ragu untuk datang ke Yogyakarta khususnya di kawasan Malioboro.

"Kami tegaskan semua pedagang di Malioboro telah divaksin. Jadi kami harapkan masyarakat tidak usah ragu," terang dia.

Paul mengklaim kunjungan wisatawan selama libur lebaran tahun ini hanya sekitar 40 persen.

"Sepi sekarang, turun 60 persen. Itu hanya wisatawan lokal saja," pungkasnya.( Tribunjogja.com )

Penulis: Miftahul Huda
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved