Breaking News:

UPT Cagar Budaya : Malioboro Super Sepi, Transaksi Pedagang Belum Signifikan

Dampak sepinya kunjungan wisata tersebut mengakibatkan transaksi para pemilik toko dan penjual oleh-oleh di sekitar Malioboro menurun.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA/MIFTAHUL HUDA
Suasana kawasan Malioboro yang diprediksikan menjadi tempat wisata di hari terakhir libur lebaran 2021, Minggu (16/5/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sejak hari raya Idulfitri 1442 H hingga hari ini, Minggu (16/5/2021), beberapa obyek wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memutuskan untuk beroperasi.

Kunjungan masyarakat yang ingin menghabiskan libur Idulfitri 2021 dengan berwisata ke tempat tujuan wisata pun banyak dijumpai.

Namun, diakui oleh sebagian pengelola wisata ada penurunan kunjungan masyarakat yang berwisata ke Yogyakarta.

Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Kawasan Malioboro, Ekwanto, mengatakan, data kunjungan selama libur lebaran di kawasan Malioboro pada Rabu 12/5/2021 hanya 641 orang, hari berikutnya yakni pada Kamis 13/5/2021 sebanyak 695 orang, kemudian Jumat 14/5/2021 mencapau 872 orang, dan Sabtu 15/5/2931 sebanyak 1.329 orang.

Jumlah kunjungan yang tercatat selama empat hari terakhir menurut  Ekwanto terbilang sepi.

"Selama Ramadan hingga libur Idulfitri kemarin, Malioboro super sepi. Rata-rata pengunjung kurang dari 500 orang, Mulai ramai itu tadi malam," katanya, kepada Tribun Jogja, Minggu siang.

Dampak sepinya kunjungan wisata tersebut mengakibatkan transaksi para pemilik toko dan penjual oleh-oleh di sekitar Malioboro menurun.

"Sudah ada transaksi tapi belum signifikan

Rata-rata kunjungan hanya seputaran DIY. Kendaraan yang terparkir juga banyak dari wilayah DIY," ujarnya.

Ia memprediksikan puncak libur lebaran tahun ini jatuh pada hari ini, lantaran Senin (17/5/2021) para karyawan swasta dan PNS sudah harus kembali bekerja.

"Mungkin puncaknya hari ini sampai malam nanti," terang dia.

Sementara Koordinator Bidang Penegakan Hukum Satgas Covid-19 DIY Noviar Rahmad mengatakan, penegakan protokol kesehatan (prokes) di obyek wisata terus dilakukan.

Namun demikian, pihaknya masih menjumpai wisatawan yang mengabaikan prokes saat berada di obyek wisata.

"Jadi terus kami lakukan pengawasan. Namun sampai saat ini selama libur lebaran masih banyak pelanggaran prokes di obyek wisata," jelas Noviar.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved