Kabar Perang Israel vs Militan Palestina, Saling Balas Roket dan Serangan Udara Berlanjut

Israel menghantam Gaza dengan serangan udara militan Palestina meluncurkan roket ke kota-kota Israel.

Editor: Iwan Al Khasni
ANAS BABA / AFP
Sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel (kiri) mencegat roket (kanan) yang ditembakkan oleh Hamas ke Israel selatan dari Beit Lahia di Jalur Gaza utara. Israel menghantam Jalur Gaza dengan serangan udara, menewaskan 10 anggota keluarga dan menghancurkan sebuah bangunan yang menampung media internasional. 

Israel memiliki hak untuk mempertahankan diri, kata Blinken.

Dia juga mengatakan, belum ada bukti yang diberikan oleh Israel atas dugaan bahwa Hamas beroperasi di luar gedung yang menampung outlet media - termasuk Associated Press yang berbasis di AS - yang hancur dalam serangan rudal Israel pada akhir pekan.

Pada Senin malam, Hamas membantah memiliki kantor di gedung itu, yang dikenal sebagai al-Jala.

"Ini adalah tuduhan palsu dan upaya untuk membenarkan kejahatan yang menargetkan menara sipil," kata juru bicara Hamas Fawzi Barhoum dalam sebuah pernyataan.

Blinken dan pejabat AS lainnya menelepon ke Mesir, Yordania dan Uni Emirat Arab pada hari Senin.

Selain itu, utusan AS untuk wilayah Timur Tengah bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Mesir dan mediator PBB juga meningkatkan upaya diplomatik. Sementara, Sidang Umum PBB akan bertemu untuk membahas kekerasan pada hari Kamis.

Terlepas dari kesibukan mediasi AS, pemerintah AS menyetujui potensi penjualan senjata berpemandu presisi ke Israel dengan nilai US$ 735 juta.

Sumber dari Kongres AS mengatakan pada hari Senin bahwa anggota parlemen diharapkan tidak keberatan dengan kesepakatan tersebut.

Hamas memulai serangan roketnya Senin lalu setelah terjadi ketegangan selama berminggu-minggu terkait kasus pengadilan untuk mengusir beberapa keluarga Palestina di Yerusalem Timur.

Aksi Hamas juga dilatarbelakangi oleh aksi pembalasan atas bentrokan polisi Israel dengan warga Palestina di dekat Masjid al-Aqsa di kota itu, selama bulan ramadan.

Warga Palestina juga menjadi frustrasi dengan kemunduran aspirasi mereka untuk merdeka dan diakhirinya pendudukan Israel dalam beberapa tahun terakhir. (*)

Sumber: Kontan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved