Erupsi Gunung Merapi
UPDATE Gunung Merapi 17 Mei 2021, Awan Panas Guguran Meluncur Sejauh 2 Km Tadi Malam
Gunung Merapi (2.968 mdpl) di perbatasan DIY dan Jawa Tengah masih terus menunjukkan aktivitas erupsi hingga hari ini, Senin (17/5/2021).
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi (2.968 mdpl) di perbatasan DIY dan Jawa Tengah masih terus menunjukkan aktivitas erupsi hingga hari ini, Senin (17/5/2021).
Pada periode pengamatan tadi malam, Minggu (16/5/2021) pukul 18.00-24.00 WIB, teramati awan panas guguran dengan jarak luncur 2.000 m mengarah ke barat daya.
Hal itu disampaikan Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida.
Baca juga: Pasca Lebaran, Pemadaman Listrik PLN DI Yogyakarta Senin 17 Mei 2021 Masih Ditiadakan
Selain itu, teramati guguran lava pijar 2 kali dengan jarak luncur 800 m ke arah barat daya dan 1 kali ke arah tenggara jarak luncur 800 meter.
Pada periode tersebut, gunung jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.
Secara meteorologi, cuaca berawan dan mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat. Suhu udara 15-22°C, kelembaban udara 69-90 persen, dan tekanan udara 568-707 mmHg.
Tercatat pula beberapa aktivitas kegempaan di Gunung Merapi, antara lain 1 awan panas guguran, 42 gempa guguran, dan 2 gempa hembusan.
Sementara itu, pada periode pengamatan pagi ini Senin (17/5/2021) pukul 00.00-06.00 WIB, teramati guguran lava pijar 4 kali dengan jarak luncur maksimal 1.600 m ke arah barat daya.
Gunung jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang, hingga tebal dan tinggi 50 m di atas puncak kawah.
Secara meteorologi, cuaca Merapi cerah, berawan, dan mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah tenggara, selatan, dan barat. Suhu udara 14-20°C, kelembaban udara 72-90 persen, dan tekanan udara 568-707 mmHg.
Selain itu, tercatat pula 40 gempa guguran dengan amplitudo 3-30 mm dan durasi 10-104 detik.
Hanik menyampaikan, Gunung Merapi sampai saat ini masih berstatus siaga (level III).
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.
Baca juga: UPDATE Covid-19 Senin 17 Mei 2021 Pagi Ini: Kasus Baru Bertambah 3.080, Berikut Peta Sebarannya
"Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," ungkap Hanik.
Ia menambahkan, penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam kawasan rawan bencana (KRB) III direkomendasikan untuk dihentikan.
Selain itu, pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.
"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," tandas Hanik. (uti)