Penyekatan Mudik 2021

Penyekatan Berlanjut Sampai 24 Mei 2021, PHRI Gunungkidul: Kasihan Kami

Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) memutuskan kegiatan penyekatan tetap berlanjut meski masa libur Lebaran sudah usai.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Salah satu angkutan travel berplat luar DIY yang diputarbalikkan di Pos Hargodumilah, Patuk, Gunungkidul. Aktivitas penyekatan dipastikan berlanjut hingga 24 Mei mendatang. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) memutuskan kegiatan penyekatan tetap berlanjut meski masa libur Lebaran sudah usai.

Adapun aktivitas pengecekan kendaraan plat luar daerah itu dilakukan hingga 24 Mei 2021 nanti.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gunungkidul, Sunyoto menyayangkan hal tersebut.

Pasalnya, aksi penyekatan sudah begitu berdampak pada pelaku usaha wisata.

Baca juga: Hari Pertama Masuk Kerja, ASN Pemkab Bantul Dilaporkan Masuk Seluruhnya

"Kasihan kami yang bergerak di sektor wisata dan kuliner ini," katanya pada Senin (17/05/2021).

Menurut Sunyoto, pandemi COVID-19 sudah membuat sektor usaha mereka terpuruk. Itu sebabnya, ia berharap ada kebijakan-kebijakan yang lebih tepat yang tidak memperparah keadaan mereka.

Ia menilai pengetatan terhadap protokol kesehatan (prokes) sudah cukup dilakukan bagi masyarakat. Khususnya dalam penggunaan masker hingga meminimalisir terjadinya kerumunan.

"Fokus saja ke kewajiban bagi setiap orang untuk mengenakan masker, ketika beraktivitas di luar rumah," ujar Sunyoto.

Selama libur Lebaran lalu, para anggota PHRI Gunungkidul dan pelaku usaha jasa pariwisata (UJP) lainnya hanya mendapat peningkatan pendapatan sekitar 20 persen. Larangan mudik dan penyekatan disebut jadi penyebab.

Kunjungan wisata di Gunungkidul sendiri didominasi oleh warga lokal DIY dan Solo Raya (Jawa Tengah). Pun begitu, Sunyoto tetap bersyukur sektor wisata tetap bisa bergerak.

"Meski sedikit setidaknya kami tetap bisa bernapas lega," katanya.

Perpanjangan penyekatan hingga 24 Mei tersebut dibenarkan oleh Kasat Lantas Polres Gunungkidul AKP Martinus Sakti. Menurutnya, keputusan itu diberikan langsung oleh Markas Besar (Mabes) Polri.

Menurutnya, perpanjangan kegiatan hanya dibedakan dari nama operasinya. Jika sebelumnya disebut sebagai Operasi Ketupat, maka perpanjangan ini disebut sebagai Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD).

"Setelah Operasi Ketupat selesai 17 Mei ini, dilanjutkan dengan KRYD pada 18-24 Mei," jelas Martinus.

Baca juga: Ikuti Imbauan Pemkab Magelang, Penutupan Wisata Nepal Van Java Diperpanjang

Adapun mekanisme kegiatan masih sama, yaitu pengecekan terhadap kendaraan plat luar hingga warga luar DIY. Namun kali ini, kepatuhan terhadap prokes lebih ditekankan.

Martinus mengatakan giat KRYD tetap memanfaatkan pos-pos yang ada. Petugas di tiap pos pun tetap bersiaga selama 24 jam penuh.

"Begitu juga patroli di jalur tikus, itu tetap kami lakukan," katanya. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved