Malas Lakukan Pekerjaan Rumah, Coba Lakukan 6 Tips Ini

Jangan buang-buang waktu, simak tips cara efektif menyelesaikan pekerjaan rumah tangga berikut.

Penulis: Alifia Nuralita Rezqiana | Editor: MGWR
Freepik dan Masterfile
Ilustrasi pekerjaan rumah tangga. Mengupas kentang, menyetrika pakaian, dan mengelap piring yang basah. 

TRIBUN-JOGJA.com – Pekerjaan rumah adalah kewajiban harian yang harus diselesaikan. Mulai dari menyapu lantai, memasak, membuang sampah, menata barang-barang, mencuci pakaian, dan sebagainya.

Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan semua pekerjaan itu pun tak singkat.

Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS) pada Senin (17/5/2021), selama periode 2019, rata-rata orang berusia 15 tahun ke atas menghabiskan waktu selama 1,78 jam sehari untuk melakukan pekerjaan rumah tangga.

Mengingat di Indonesia masih banyak pekerjaan rumah tangga yang dilakukan secara manual, data waktu yang dihabiskan masyarakat Indonesia untuk aktivitas rumah tangga bisa jadi lebih lama dari orang Amerika Serikat.

Baca juga: Pemkab Sleman Ajak Masyarakat Menikmati Kuliner Khas Sleman di Rumah Saja

Apalagi, usai merayakan Idul Fitri, rumah cenderung semakin berantakan. Hal ini kerap membuat orang frustrasi. Bahkan, hanya memikirkan tentang bersih-bersih saja sudah menjadi beban yang berat.

Untuk itu, Anda perlu mengetahui cara-cara paling efektif saat ingin membersihkan rumah.

Melansir Bright Side pada Sabtu (20/2/2021), berikut adalah cara efektif dan efisien untuk membersihkan rumah, sehingga bisa menghemat waktu dan meringankan beban pekerjaan.

1. Biarkan piring basah kering secara alami

Kegiatan mengelap piring yang sudah dicuci menggunakan serbet atau handuk dengan tujuan agar piring cepat kering adalah sebuah pekerjaan sia-sia yang bahkan bisa membahayakan.

Baca juga: Cuci Baju Pakai Sampo dan Kondisioner Bayi, Baju yang Menyusut Bisa Normal Kembali

Pasalnya, handuk dapur yang bersih secara visual sekalipun memiliki kemungkinan mengandung kuman dan serat kain yang akan berpindah ke piring bersih.

Cara terbaik untuk mengeringkan piring dan perkakas lain usai dicuci adalah membiarkannya kering secara alami. Selain membuat pekerjaan lebih cepat, cara ini juga lebih bersih dan sehat.

2. Jangan sering mencuci kompor dapur dan oven

Anda tidak perlu mencuci bersih kompor dapur dan oven dengan sabun setiap setelah digunakan. Sebab, noda baru pada kompor atau oven cukup mudah dihilangkan hanya dengan kain basah.

Untuk mencuci perkakas tersebut dengan sabun, cukup lakukan seminggu sekali. Anda bahkan bisa mencuci oven sebanyak tiga hingga empat kali setahun jika jarang digunakan.

Baca juga: Bidik Kaum Urban, Sharp Luncurkan Healsio Superheated Steam Oven

Selain membuat Anda menjadi lelah, terlalu sering mencuci kompor dan oven bisa merusak permukaan perkakas tersebut.

3. Jangan mengupas sayuran

Tahukah Anda bahwa kulit dari sayuran seperti wortel dan kentang mengandung banyak serat, antioksidan, dan elemen bermanfaat lainnya? Anda bisa kehilangan manfaat jika langsung membuang kulit di tempat sampah.

Sebaiknya, saat akan memasak kentang, wortel, dan sayuran lain yang memiliki kulit lembut, Anda tidak mengupas kulitnya terlebih dahulu.

Cukup cuci bersih sampai tidak ada lagi tanah atau kotoran lain yang menempel pada kulit sayur dan langsung memasaknya.

Dengan cara itu, Anda dapat menghemat waktu dan mendapatkan manfaat baru pada makanan yang biasa dikonsumsi.

Baca juga: Contoh Sayuran Nonstarki yang Baik untuk Mengendalikan Gula Darah Penderita Diabetes

4. Jangan melipat pakaian dalam

Pakaian dalam memiliki bahan kain yang tipis dan mudah rusak. Inilah mengapa Anda dianjurkan untuk mencuci dengan lembut dan menyimpannya di tempat terpisah dari pakaian lainnya.

Namun, hingga saat ini, masih ada beberapa orang yang susah payah melipat pakaian dalam dengan rapi dan hati-hati. Padahal, dapat dipastikan pakaian dalam akan kembali berantakan dalam waktu singkat.

Untuk itu, daripada menghabiskan waktu untuk melipat pakaian dalam, Anda bisa langsung meletakkannya di dalam laci.

5. Jangan sering mencuci tirai

Anda tidak perlu mencuci semua tirai sebelum dan setelah Idul Fitri. Cukup cuci tirai setiap 6 bulan sekali saja. Bahkan, tidak dianjurkan untuk mencuci tirai lebih dari 2 kali dalam setahun.

Mengapa demikian? Karena, jika Anda tidak memiliki hewan peliharaan dan tidak sering membuka jendela, maka besar kemungkinan tirai masih bersih dan segar dalam kurun waktu tersebut.

Baca juga: Jaga Kebersihan Rumah dengan 8 Langkah saat Ramadan

Selain itu, terlalu sering mencuci tirai dapat menyebabkan warna tirai cepat pudar. Alih-alih sering mencuci tirai secara rutin, Anda bisa membersihkan tirai dengan vakum atau pembersih uap untuk memudahkan pekerjaan dan mempersingkat waktu.

6. Pilah pakaian sebelum disetrika

Menyetrika pakaian, selimut, dan seprei adalah pekerjaan yang sangat melelahkan serta menghabiskan banyak waktu. Padahal, sebenarnya ada beberapa item pakaian yang tidak perlu Anda setrika.

Jika bahan pakaian terbuat dari denim, spandek, wol, atau kasmir, Anda tidak perlu repot-repot menyetrikanya. Cara ini efektif untuk meringankan beban menyetrika pakaian yang digunakan keluarga di rumah.

Apabila Anda benar-benar ingin menghapuskan kegiatan menyetrika pakaian, cobalah untuk menjemur pakaian secara langsung saat masih basah tanpa memerasnya terlebih dahulu.

Baca juga: Tips Mengecat Rumah Jelang Lebaran

Bagaimana, apakah tips di atas cukup membantu Anda? Mulai sekarang, jangan buang waktu untuk melakukan pekerjaan rumah tangga yang sia-sia, ya!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved