Breaking News:

Pastikan Keamanan, Perahu Wisata di Obyek Wisata Rawa Jombor Klaten Dicek

Selain melakukan pengecekan, puluhan pengelola perahu wisata tersebut juga diminta untuk mematuhi aturan terkait keamanan operasional perahu wisata.

TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Penampakan perahu wisata di obyek wisata Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Minggu (16/5/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten bersama tim gabungan mengecek keamanan perahu wisata di Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Minggu (16/5/2021).

Selain melakukan pengecekan, puluhan pengelola perahu wisata tersebut juga diminta untuk mematuhi aturan terkait keamanan operasional perahu wisata itu.

"Kami melakukan pengecekan dan mengumpulkan pengelola perahu wisata ini untuk menekankan bagi mereka jika keselamatan dan keamanan para wisatawan itu penting," ujar Kepala Dinas Pariwisata Budaya dan Pemuda Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Klaten, Sri Nugroho saat ditemui Tribunjogja.com di Rawa Jombor, Minggu (16/5/2021).

Baca juga: Sepekan Penyekatan Mudik, Polres Klaten Putar Balikkan 350 Kendaraan

Menurutnya, pihaknya sampai lima kali rapat koordinasi dengan pengelola perahu wisata itu untuk benar-benar memastikan kesiapan perahu sebelum diizinkan untuk beroperasi.

Selain itu, kata dia, adapun beberapa persyaratan yang wajib dimiliki oleh perahu wisata di Rawa Jombor sebelum beroperasi yakni memiliki baju pelampung, ban hingga kapasitas penumpang yang hanya 50 persen dari kapasitas maksimal.

"Dari dulu sudah kita katakan wajib hukumnya adanya baju pelampung di setiap perahu yang beroperasi," jelasnya.

Disinggung terkait hasil pantauan di lapangan, Sri Nugroho menegaskan jika perahu wisata yanga da di Rawa Jombor sebagian besar telah memiliki baju pelampung di atas perahunya.

Baca juga: Penyekatan Arus Balik di Prambanan Klaten, Pemudik Bakal Jalani Tes Rapid Antigen secara Acak

Sementara itu, Ketua Paguyuban Perahu Wisata Rawa Jombor, Sutomo mengaku jika di rawa itu terdapat 40 perahu wisata yang tergabung dalam paguyuban.

"Totalnya ada 46 perahu. 40 sudah masuk paguyuban dan 6 perahu belum karena masih proses," ujarnya menambahkan.

Ia mengatakan, pihaknya juga telah menginstruksikan kepada para pengelola perahu wisata untuk memaksimalkan keamanan dalam pelayanan perahu wisata itu.

"Soal keamanan sudah kita minta untuk memasang baju pelampung di setiap perahu. Kalau tidak ada tidak kita perkenankan beroperasi. Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Boyolali," imbuhnya. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved