Breaking News:

Masuk Zona Kuning, Mayoritas Destinasi Wisata Sleman Tetap Buka

Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman memastikan bahwa destinasi wisata di Sleman akan tetap buka.

Penulis: Santo Ari | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah mengeluarkan kebijakan penutupan destinasi wisata yang masuk dalam wilayah dengan zona merah dan oranye.

Namun demikian, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman memastikan bahwa destinasi wisata di Sleman akan tetap buka.

Kasi analisis pasar dokinfo pariwisata, Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto, mengatakan hampir 90 persen zona di Sleman adalah zona kuning.

Dari data periode 10-16 Mei 2021 yang dimiliki Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, kalurahan yang berzona merah hanya Mororejo (Tempel).

Kemudian terdapat lima kalurahan lain yang berzona oranye, yakni Merdikorejo (Tempel), Ambarketawang, Banyuraden (Gamping) kemudian Purwomartani dan Tirtomartani (Kalasan).

Baca juga: Hari Pertama Lebaran, Lalu Lintas di Kawasan Tugu Pal Putih dan Malioboro Lengang

Baca juga: MERCON Meledak Saat Diracik, Tiga Tewas dan Lima Terluka di Malam Takbiran

Baca juga: UPDATE Gunung Merapi Kamis 13 Mei 2021, Terjadi 1 Kali Guguran Lava 800 Meter ke Barat

"Kalau mengacu pada peta zonasi tersebut, maka hampir dapat dipastikan, tidak ada destinasi wisata yang tutup di Sleman. Kalaupun tutup itu pada hari H Lebaran," ujarnya Kamis (13/5).

Sedangkan pengunjung yang datang diprediksi sebagian besar berasal dari Kabupaten Sleman dan wilayah dalam DIY lainnya.

Kendati tidak ada destinasi wisata yang tutup, namun Dinas Pariwisata Sleman berharap dan mengimbau agar pengelola destinasi wisata tetap memperketat pelaksanaan protokol kesehatan.

"Kami akan terus memantau, dimulai dari hari pertama, memeriksa kelengkapan sarana protokol kesehatan dan memastikan penggunaan masker dan tidak ada kerumunan," ujarnya.

Terkait dengan adanya potensi kerumunan, Kus mengatakan bahwa ada event yang harus ditiadakan yakni Festival of Light di Gardu Pandang Kaliurang.

"Festival of Light terpaksa kami tunda. Karena kita belum bisa memastikan keamanan di situ. Itu kan acara sampai malam biasanya, ketika acara sampai malam, siapa yang bisa mengawasi dan memastikan keamanan pengunjung?" ujarnya.

Dan berdasarkan pengalaman saat uji petik di sana, pihaknya mendapatkan kesimpulan bahwa pengelola dan lokasi di sana belum siap untuk menerapkan protokol kesehatan. Termasuk di Monumen Jogja Kembali yang merupakan destinasi serupa berupa lampion warna-warni.

"Kita tidak terlalu yakin, bagaimana jika ada crowded yang luar biasa di sana, terlebih di Gardu Pandang kita tidak tahu kondisi Merapi saat ini," tandasnya. (nto)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved