Partai Ummat Ucapkan Selamat Idulfitri 2021, Ajak Masyarakat Bersatu Bangun Negeri

Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi mengimbau kepada seluruh umat Islam untuk bersatu melawan kezaliman

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Ardhike Indah
Ridho Rahmadi, Ketua Umum Partai Ummat 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menyambut Idulfitri 1442 H, Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi mengimbau kepada seluruh umat Islam untuk bersatu melawan kezaliman dan menegakkan keadilan.

Menurutnya, usaha melawan kezaliman dan menegakkan keadilan hanya bisa dilakukan secara berjamaah.

“Kepada seluruh umat Islam di Indonesia agar bersatu dalam menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, yang dalam bahasa Partai Ummat, melawan kezaliman dan menegakkan keadilan,” ungkap Ridho, Rabu (12/5/2021).

Baca juga: Tak Ada Untung, Beberapa Pedagang di Malioboro Pilih Tutup Lapak Saat Lebaran

Ia menambahkan, tugas mulia ini akan menjadi berat bila dilakukan secara individu atau kelompok-kelompok kecil yang terpecah-pecah.

Maka, dalam rangka menyambut Idulfitri 1442 H, Partai Ummat mengajak untuk merapatkan barisan.

“Persatuan ini tidak hanya terbingkai dalam batasan bingkai keagamaan. Ini nasional,” katanya.

Dia berharap, semua unsur anak bangsa dari berbagai latar belakang agama, suku, dan bahasa mampu melawan kekuatan asing yang merugikan bangsa.

“Sila ketiga Pancasila yaitu ‘Persatuan Indonesia’ sudah sangat jelas menjadi panduan kita semua dalam membela dan memperjuangkan kepentingan nasional. Kepentingan dalam negeri nomor satu, kepentingan asing tidak boleh jadi prioritas,” tegas Ridho.

Ridho menambahkan para pendiri bangsa telah mencontohkan kepada generasi sekarang bahwa kepentingan nasional adalah segala-galanya ketika mereka dengan semangat juang yang tinggi bersatu melawan penjajah Belanda.

Baca juga: Dua Pemain PSS Sleman Terpilih Berangkat ke Dubai bersama Timnas Indonesia, Arthur Irawan Tersisih

Lanjut Ridho, generasi muda juga perlu diajak mempelajari sejarah dan mengingatnya sebagai teladan dan pegangan moral. 

Tanpanya, kata Ridho, generasi muda bisa kehilangan jejak nasionalisme yang seharusnya menjadi tuntunan. (ard)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved