Breaking News:

Selama Libur Lebaran, Wisata Candi Borobudur Magelang Ditutup

Penutupan dilakukan sesuai dengan instruksi Pemerintah Kabupaten Magelang dalam operasional wisata selama lebaran.

Dok.Tribunjogja/ Rendika Ferri K
Wisatawan tengah berwisata ke Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko melakukan penutupan operasional sementara di kawasan khusus Candi Borobudur selama libur Lebaran mulai 08 Mei -17 Mei 2021.

Keputusan ini ditetapkan sesuai dengan kebijakan yang telah diambil oleh Pemerintah Kabupaten Magelang  dengan dikeluarkannya Surat Edaran Bupati Magelang Nomor  443.5/1729//01.01/2021 tanggal 4 Mei 2021.

Di mana, surat edaran tersebut menjelaskan destinasi wisata untuk daerah dengan zona oranye dan zona merah, maka kegiatan masyarakat di destinasi wisata dilarang dan tempat wisata ditutup untuk umum.

Baca juga: Masyarakat Lokal yang Berwisata di Yogyakarta Diharapkan Tetap Reservasi Melalui Visiting Jogja

Baca juga: Selama 3 Hari Penyekatan, Sebanyak 137 Kendaraan Hendak Masuk ke Magelang Diminta Putar Balik

Direktur Utama PT TWC, Edy Setijono, mengatakan penutupan dilakukan sesuai dengan instruksi Pemerintah Kabupaten Magelang dalam operasional wisata selama lebaran.

"Kami selaku pengelola zona II Candi Borobudur akan mendukung kebijakan tersebut dengan melakukan penutupan operasional saat libur lebaran. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penularan dan penyebaran Covid-19 di destinasi pariwisata," jelasnya Senin (10/05/2021).

Ia menambahkan, sejalan dengan  adanya pelarangan mudik dari Pemerintah Pusat, merupakan upaya untuk menghindari terjadinya kerumunan.

Pemandangan Candi Borobudur dan wisatawan yang berkunjung tampak dari Taman Kenari, Kompleks Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Pemandangan Candi Borobudur dan wisatawan yang berkunjung tampak dari Taman Kenari, Kompleks Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. (TRIBUNJOGJA/ Rendika Ferri)

Terutama pada destinasi wisata yang sehingga dikhawatirkan dapat menimbulkan klaster baru.

“Tentunya kami sangat prihatin atas kondisi ini namun kami akan tetap mendukung adanya aturan ini, agar kondisi ini segera usai dan dunia pariwisata cepat pulih kembali,” lanjutnya.

Selama penutupan, pihaknya tetap melakukan perawatan terhadap destinasi sebagai bentuk komitmen terhadap sertifikasi CHSE yang kami terima dari Kemenparekraf.

Baca juga: PT TWC Siapkan SOP Dukung Candi Borobudur Sebagai Destinasi Wisata Spiritual Dunia

Baca juga: BREAKING NEWS : Muncul Klaster Panti Asuhan di Kulonprogo, 10 Anak Terkonfirmasi Positif Covid-19

Serta akan terus diikuti dengan upaya preventif yang dilakukan secara berkala untuk penyemprotan disinfektan di seluruh kawasan TWC serta menjaga kebersihan lingkungan kerja yang diikuti oleh segenap karyawan.

"Kami akan terus menjaga lingkungan di kawasan agar tetap steril dan bersih dari Covid-19. Semoga situasi ini dan upaya yang dilakukan oleh Pemerintah dapat tercapai sehingga kondisi akan terus membaik, baik itu perekonomian maupun dunia pariwisata akan kembali pulih,"pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved