Breaking News:

PT TWC Siapkan SOP Dukung Candi Borobudur Sebagai Destinasi Wisata Spiritual Dunia

PT Taman Wisata Candi (TWC) mengaku akan menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) dan juga kesiapan lainnya

TRIBUNJOGJA/ Yosef Leon Pinsker
Menko PMK, Muhadjir Effendi berdialog dengan Pimpinan tertinggi Vihara Mendut, Bante Sri Pannyavaro Mahathera saat berkunjung ke situs Candi Borobudur pada Rabu (17/2/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - PT Taman Wisata Candi (TWC) mengaku akan menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) dan juga kesiapan lainnya guna mendukung penggunaan situs Candi Borobudur sebagai destinasi wisata spiritual bagi umat Buddha dunia.

Selain itu, PT TWC juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya guna mendukung upaya pemerintah itu.

"Tinggal sekarang bagaimana membuat SOP ke depannya seperti apa supaya semuanya lebih rapi dan ketentuannya agar tidak mempersulit. Kami mendukung itu, jadi kami akan kerja sama juga dengan Balai Konservasi dan instansi lainnya agar apa yang diharapkan pemerintah bisa terwujud," kata Sekretaris PT TWC, Emil Eny Utari, Rabu (17/2/2021).

Baca juga: Sekjen Brajamusti Beri Tanggapan Pertemuan Virtual Suporter dan Menpora dan Ide Tanpa Penonton

Emil menyebut, kondisi pandemi Covid-19 secara tidak langsung juga ikut mempengaruhi dalam mewujudkan Borobudur sebagai destinasi super prioritas.

Namun demikian, pihaknya bakal mengusahakan kesiapan agar dapat berjalan seoptimal mungkin meskipun dalam situasi yang serba terbatas.

"Yang penting destinasinya harus dijaga dan protokol kesehatan dilaksanakan begitu pula dengan SDM-nya," imbuh Emil.

Direktur Utama PT TWC, Edy Setijono mengatakan bahwa, kawasan Candi Borobudur telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo menjadi kawasan super prioritas.

Penetapan itu tentunya membutuhkan kerja sama antar kementerian dan kelembagaan terkait agar bisa mewujudkan target-target yang telah ditentukan.

Baca juga: Aliran Lahar Hujan Gunung Merapi Jangkau Kali Boyong yang Berjarak 6 Kilometer dari Puncak 

"Kami mohon arahan agar percepatan target yang disampaikan oleh Bapak Presiden bisa kita wujudkan," kata Edy.

Sementara Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid dalam laporannya menyampaikan bahwa, rencana-rencana pembangunan di kawasan Borobudur perlu dilengkapi sebuah penilaian mengenai dampak dari rencana pembangunan itu terhadap keutuhan situs warisan dunia tersebut.

"Ada penataan akses Borobudur, Pawon, dan Mendut dan sekarang dibuatkan akses jalannya, hanya saja memang masih melalui review untuk dilihat heritage impact-nya apakah membantu atau justru malah sebaliknya. Selain itu juga ada project lainnya yang sudah dicantumkan dan saat ini sedang melalui review tersebut, yang terakhir ini adalah pembangunan Masjid Agung Jawa Tengah yang akan dibangun di kawasan ini," jelas Hilmar. (jsf)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved