Mutiara Ramadan Kerja Sama LDNU DIY
Meraih Kebahagiaan Bersama Ramadan
Semoga Allah menerima amalan yang kita laksanakan dan mengampuni dosa-dosa kita semua.
Oleh: Mas Jajar Ngabdul Wakid, LDNU PW DI Yogyakarta
TRIBUNJOGJA.COM - Bersyukur kepada Allah swt. kita dipertemukan kembali dengan bulan suci Ramadan. Semoga Allah menerima amalan yang kita laksanakan dan mengampuni dosa-dosa kita semua.
Karena alangkah celakanya jika kita berjumpa dengan bulan Ramadan baik awal, tengah, dan akhir, dosa-dosa kita belum diampuni oleh Allah swt.
Harapan ini sebagaimana satu riwayat yang menerangkan, suatu ketika Nabi Muhammad saw. naik ke mimbar, lalu mengucapkan amin… amin… amin…, sampai tiga kali.
Dan ini tidak biasanya dilakukan oleh Nabi. Kemudian para sahabat bertanya: “Ya Rasulallah, kenapa tadi waktu naik ke mimbar mengucapkan Amin sampaitiga kali?”
Nabi menjawab,“Karena Jibril datang kepadaku, lalu dia berkata: ‘Ya Muhammad, ketika ada umatmu yang berjumpa dengan bulan Ramadan sampai Ramadan berakhir, tapi dosa-dosanya belum diampuni oleh Allah, maka dia mati masuk neraka dan jauh dari rahmat Allah’ kemudian Aku menjawab “Amin.”
Maka dari itu, agar kita tidak termasuk golongan orang yang di doakan Malaikat Jibril, marilah kita perbanyak beristigfar.
Kita sering-sering membaca doa pembakar dosa yang diajarkan Nabi Muhammad saw. “Asyhadu an lailaha illa Allah, astaghfirullah, as-‘alukal jannata wa a’udzubika min an-nar. Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa’fu anni”
Selain itu, pada bulan ini hendaknya kita juga memperbanyak amal saleh di bulan Ramadan ini. Karena Allah melipat gandakan pahala bagi orang-orang yang mengerjakannya.
Kemudian Jibril juga menyinggung mereka yang mendapati orang tuanya tapi tidak mendapat surga lantaran tidak berbakti kepada keduanya.
Dengan demikian, kita sebagai anak harus berbakti kepada orang tua. Jangan sampai durhaka kepada keduanya, karena rida Allah ada pada rida orang tua. Maka celakalah anak-anak yang memiliki karakter suka membantah perintah baik orang tua mereka. Mereka tergolong orang-orang yang didoakan oleh malaikat Jibril, mati masuk neraka, jauh dari rahmat Allah.
Kebaktian kepada kedua orang tua harus menjadi prioritas utama. Sebab, Allah swt. Di dalam Alquran meletakkan perintah berbakti kepada orang tua setelah pengesaan (tauhid) kepada-Nya.
Allah swt. berfirman, “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” (QS. Al-Isra’[17]: 23)
Ini menandakan bahwa perintah ini begitu serius. Artinya, hubungan sesama manusia yang pertama harus kita tunaikan adalah kebaktian kepada kedua orang tua. Baru setelah itu membangun hubungan baik dengan sanak keluarga dan handai taulan.
Termasuk yang disinggung oleh Jibril saat itu adalah orang-orang yang jika disebutkan nama Nabi saw.tidak mau menjawab selawat kepada beliau.
Oleh karena itu, marilah kita perbanyak berselawat kepada Nabi Muhammad saw. karena selain untuk mengharap syafa’at dari beliau, akan banyak keberkahan-keberkahan yang diperoleh dari berselawat kepada Nabi Muhammad saw.
Mudah-udahan Allah menerima amal ibadah kita di bulan Ramadan ini, dan menjadikan kita golongan orang-orang yang meraih kebahagian di dunia dan akhirat. Wallahu a’lam. (*)