Mutiara Ramadan Kerja Sama LDNU DIY

Dimensi Pendidikan Dalam Puasa Ramadan

Bulan penuh rahmat dan ampunan. Bulan dimana pintu-pintu surga dibuka, dan ditutup pintu-pintu neraka.

Editor: ribut raharjo
Istimewa
Ust. Imam Machali, Pengurus MWC NU Kapanewon Berbah 

Dan kelima, adalah tazkiyah yang berasal dari kata “zakka-yuzzaki-tazkiyah” yang berarti pembersihan, penyucian atau pemurnian. Dalam hal Pendidikan, Tazkiyahberarti membersihkan dan menyucikan jiwa dari sifat-sifat tercela.

Kelima istilah tersebut—tarbiyah, talim, tadib, tadris, tazkiyah—jika ditinjau dari segi penekanannya terdapat titik perbedaan. Namun jika dilihat dari unsur kandungannya, terdapat keterkaitan yang erat yaitu memelihara dan mendidik anak.

Dalam ta’lim, titik tekannya pada penyampaian ilmu pengetahuan yang benar, pemahaman, pengertian, tanggung jawab dan penanaman amanah kepada anak. Pada istilah tarbiyah fokusnya pada bimbingan anak supaya berdaya dan tumbuh berkembang secara sempurna. Pada ta’dib, menitikberatkan pada penguasaan ilmu yang benar dalam diri seseorang agar menghasilkan kemantapan amal dan akhlak yang baik.

Sedangkan pada tadris, titik tekannya pada upaya menyiapkan anak didik tidak hanya sekadar dalam hal pengetahuan (kognisi), tetapi juga disertai dengan internalisasi nilai-nilai moral dan spiritual yang ditransformasikan kearah pembentukan kepribadian anak didik, mencerdaskan, serta melatih keterampilan, sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya. Dan pada tazkiyah menitikberatkan pada rolevalue dan esensi inti dari pendidikan Islam.

Kelima konsep dan dimensi Pendidikan tersebut sesungguhnya terangkum dalam praktik ibadah puasa. Puasa tidak hanya bernilai Pendidikan secara kongnisidan afeksi saja, namun juga psikomotorik. Juga bukan hanya mengajarkan yang lahiriah—yang tampak, namun juga dimensi ruhaniah-spiritual yang dicecap dalam rasa pelakunya.Sehingga bukan hanya kesalehan individual dan sosial saja, namun juga kesalehan spiritual.

Dengan demikian, orang yang melakukan ibadah puasa mampu bermigrasi dari kekelaman ke pencerahan batin. Hijrah dari kepanikan ke ketenangan batin, karena telah menempa “tarbiyah, talim, tadib, tadris, dantazkiyahdi bulan Ramadan ini. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved