Mutiara Ramadan Kerja Sama LDNU DIY
Dimensi Pendidikan Dalam Puasa Ramadan
Bulan penuh rahmat dan ampunan. Bulan dimana pintu-pintu surga dibuka, dan ditutup pintu-pintu neraka.
Oleh: Ust. Imam Machali, Pengurus MWC NU KapanewonBerbah
TRIBUNJOGJA.COM - Alhamdulillahirabbil'alamin, kita berada di bulan Ramadan 1442 H/2021 M. Diizinkan dan diberikan anugerah Allah swt. untuk kembali mengulang kenikmatan di bulan suci.
Bulan penuh rahmat dan ampunan. Bulan dimana pintu-pintu surga dibuka, dan ditutup pintu-pintu neraka.
Bulan dilipatgandakan amal kebaikan dan dihapus keburukan, bahkan para setan dan balatentaranya pun dibelenggu, dilarang menggoda manusia agar semakin menikmatirahmatAllah di bulan seribu bulan ini.
Pada kesempatan ini, penulis akan sedikit mengulas tentang dimensi-dimensi pendidikan dalam puasa Ramadan. Semua syariat yang diajarkan dan anjurkan oleh Allah swt. melalui risalah Rasul sejatinya adalah piwulang, ajaran yang mengandung dimensi pendidikan, baik yang bersifat ruhaniyyah maupun jasadiyyah.
Termasuk ibadah puasa, dan karena itulah bulan puasa juga dikenal dengan “syahrutarbiyah”, yang berati bulan pendidikan.
Puasa dalam bahasan Arab “ash-shaum” berasal dari akar kata “shama-yashumu, shaumun”, artinya “al-Imsaku ‘anal-Syai” yaitu menahan/mengekang diri dari sesuatu, seperti makan, minum, berhubungan dengan istri dan sebagainya.
Sedangkan secara istilah puasa berarti menahan diri dari makan, minum, dan segala perbuatan yang dapat membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan seorang muslim.
Dari definisi dan makna puasa ini sudah jelas menanamkan dan mengajarkan pendidikan atau tarbiyah itu berupa pengendalian diri dari keinginan, Hasrat, bahkan kebutuhan-kebutuhan kita. Makan, minum, berhubungan suami-istri yang awalnya diperbolehkan, tetapi pada waktu puasa dilarang.
Dengan kata lain, pada ibadah puasa terdapat “larangan melakukan sesuatu/perbuatan yang sebelumnya diperbolehkan”. Hal ini memuat pesan bahwa jangan semua atau setiap keingainan, kebutuhan, hasrat harus dipenuhi, meskipun itu boleh dan mampu.Sspek pengendalian diri menjadi pelajaran utama dalam ibadah puasa ini.
Dalam konteks pendidikan Islam,terdapat lima istilah yang merujuk pada makna pendidikan yaitu “tarbiyah”, “ta’lim”, “tadris”,“tadib”, dan “tazkiyah”, yang mana ibadah puasa mencakup praktik pendidikan Islam tersebut.
Pertama, tarbiyah berasal dari kata “raba-yarbu” yang berarti bertambah dan tumbuh. Dalam konteks Pendidikan berarti menumbuhkan atau membuat sesuatu menjadi sempurna secara berangsur-angsur.
Kedua, kata “taklim” berasal dari akar kata “allama, yu‘allimu, ta’liman” yang berarti pengajaran. Dalam konteks Pendidikan, ta’lim memiliki arti memberitahukan sesuatu kepada seseorang yang belum tahu.
Ketiga Ta’dib berasal dari kata “addaba, yuaddibu, ta’diban”. Kata ini biasa diartikan dengan mendidik. Di dalam pendidikan ta’dib adalah upaya membentuk individu beradab.
Keempat kata “tadris” berasal dari kata “daras – darras” yang artinya pengajaran, yaitu adanya upaya menyiapkan murid agar menguasai sesuatu.